Kepala Dinas Provinsi Papua dr Robby Kayame mengharapkan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di sekitar Stadon Lukas Enembe turut mengambil bagian untuk melakukan vaksinasi.
Kepala Dinkes Provinsi Papua, dr. Robby Kayame, mengatakan Raker Kesda membahas penyiapan dan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan, khususnya di tiga provinsi baru.
Kemudian AKBP Moh. Darodjat Daimboa, S.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Supiori mendapatkan jabatan baru sebagai Ka Yanma Polda Papua digantikan dengan Kompol Marthen W. Asmuruf, S.Sos., M.M yang sebelumnya menjabat sebagai Ka Yanma Polda Papua.
“Soal paham politik, ideologi kalau bisa dikesampingkan dulu. Mari mendorong upaya damai,” tegas Kepala Komnas HAM Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/11).
“Khusus untuk anggaran Provinsi Papua tahun 2023, kita akan mencapai kesepakatan dengan DPRP dalam waktu dekat untuk menandatangani dokumen dokumen perencanaan penganggarannya,” kata Derek kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/11).
“Ini sudah harus dipikirkan. Kita tidak bisa langsung mengatakan semua baik – baik saja sementara ada perubahan besar yang sedang terjadi dan patut ikut dipikirkan,” kata Tan Wie Long di ruang kerjanya belum lama ini. Bahkan kata politisi Golkar ini siapapun yang ingin maju sebagai guberur, wali kota maupun bupati harus bisa memutar otak bagaimana menggali PAD ditempatnya.
Posisi PJU ini akan menjadi LO (Liasion Officer) yang tugasnya mengkoordinasikan dan menghubungkan semua perangkat di provinsi baru dalam rangka persiapan berdirinya polda baru.
Asisten III Setda Papua, Derek Hegemur menyampaikan, meningkatkan gizi masyarakat serta minat untuk mengkonsumsi ikan perlu terus ditingkatkan, karena ikan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola konsumsi.
Peluncuran aplikasi ini dilakukan oleh Asisten III Setda Papua, Derek Hegemur pada puncak peringatan Hari Ikan Nasional 2022 tingkat Provinsi Papua yang dipusatkan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Kota Jayapura.
Dan untuk memenuhi capaian tersebut kata Musa’ad, menggunakan indikator pembangunan Makro yang mana bukan hanya digunakan di Papua tetapi itu sudah dipakai di dunia.