Kendati masyarakat diminta untuk mengurangi perjalanan dalam rangka mengurangi resiko penularan Covid-19 terutama varian baru, namun pihak pengelola bandara tetap menyiapkan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.
Perayaan Natal dihadiri langsung oleh Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) bersama Wakil Bupati Yonas Kenelak, Kapolres AKBP Rahmad Koharudin, Dandim Jayawijaya Letkol Arif Budi Situmeang, Ketua DPRD Hengky Dani Yikwa dan Sekda Mesir Yikwa, juga dihadiri ribuan ASN,TNI-POLRI dan masyarakat.
“Untuk Nataru di Kota Jayapura, Klasis GKI Port Numbay pada prinsipnya mengikuti segala hal yang terbaik yang diatur pemerintah, baik oleh pemerintah tingkat pusat maupun turunannya di pemerintah tingkat daerah,” terang Pdt. Hein Carlos Mano, MM., Sabtu (11/12) lalu.
Moment menjelang perayaan Natal, hendaknya dimaknai dengan kegiatan positif, menjalin hubungan yang harmonis sesama keluarga, saudara, teman dan masyarakat pada umumnya, meningkatkan sikap peduli terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan.
Viktor Kaisiepo menjelaskan bahwa untuk Kabupaten Merauke saat ini levelnya berada di PPKM level 1. Artinya kegiatan seperti open house diperbolehkan, tapi secara terbatas dan dengan protokol kesehatan.
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota AKP Langgeng Widodo mengatakan, Patroli dialogis di tempat ibadah yang dilakukan pihaknya guna menciptakan sitausi kapmtibmas yang kondusif dan memberikan rasa aman kepada warga yang melaksanakan ibadah hari minggu.
Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya melakukan pemotongan kue ulang tahun sebagai ucapan rasa syukur dimana kabupaten ini boleh berjalan dengan baik, dan dalam kepemimpinan 4 tahun yang sudah dilalui dalam kondisi aman terkendali.
Memasuki Bulan Desember setiap tahun, warga di setiap kelurahan membuat pondok natalnya masing-masing. Hal ini merupakan bagian dari tradisi yang dilakukan oleh masyakat di seluruh dunia, khususnya yang ada di Papua. Bagaimana pembuatan dan makna pondok natal yang dilakukan oleh warga di Kota Jayapura?