Berlangsung selama lima hari penuh sejak tanggal 6 Juli, pelaksanaan orientasi tahun ini tampil beda. Berdasarkan regulasi anyar Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 dan Kepmendikdasmen Nomor 198 Tahun 2026, wajah MPLS di Kota Jayapura sepen
Kepala SMAN 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, mengatakan materi MPLS tahun ini disusun mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Menurutnya, terdapat perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya, y
Menurut Wali Kota, MPLS merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan seorang siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, budaya sekola
Menurut Rustan, berakhirnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus menjadi momentum menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas tanpa membebani masyarakat.
Dijelaskannya, untuk guru SD baru ada satu orang. Padahal, seharusnya empat guru. Sedangkan untuk guru SMP, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama Kristen juga belum ada, padahal mayoritas siswa di sini beragama Krist
Asisten I Sekda Papua, Yohanes Walilo mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai jalan keluar untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di tanah Papua.
Kegiatan ini kemudian dimanfaatkan Polsek Mimika Baru (Miru) untuk melakukan sosialisasi tentang dampak perundungan (bullying), judi online, tawuran, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Sosialisasi ini telah dilakuka
Adapun program MPLS berlangsung selama dua pekan dan menjadi bagian dari pembukaan Sekolah Rakyat tahap pertama di Papua. Para siswa dibagi dalam empat rombongan belajar berdasarkan asal daerah mereka.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Wamena Kornelia Alomau mengatakan kegiatan hari terakhir diisini dengan materi wawasan wiyata mandala, bagaimana profil lulusan, cara belajar dan kurikulum yang akan dit
Bupati Yoseph Bladib Gebze menjelaskan, bahwa kunjungan ke sejumlah sekolah di hari pertama proses belajar mengajar tersebut merupakan bentuk pengalawan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Pendidikan di Kabupaten Mer
Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Jayapura contohnya. Antusias masyarakat yang mendaftar anaknya disekolah negeri itu di tahun ini sangat tinggi. Hal itu terbukti, dari data yang diterima Cenderawasih Pos pada
"Pelaksanaan MPLS di sekolah kita telah berjalan dengan baik. Tetapi sedikit berbeda dengan dengan tahun lalu (2024) kita mengundang tamu dari luar untuk menjadi pemateri. Tetapi tahun ini (2025) kita memanfaatkan guru y
Di SMAN 7, selama kegiatan MPLS, para siswa akan mendapatkan materi pengenalan visi dan misi sekolah, pengenalan warga sekolah, pengenalan ekstrakurikuler seperti pramuka, futsal, literasi, dan kegiatan keagamaan, serta
‘’Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya narkoba dan peran masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran Narkoba,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Leoardo Yoga, SIK melalui Kau
Kegiatan tersebut merupakan ajaran sekolah mengenalkan program dan kegiatan yang ada di sekolah, mengenalkan aturan dan tatatertib yang ada disekolah, sarana prasarana sekaligus perkenalan siswa baru dengan para guru, juga antara siswa
Dalam Pelaksanaannya PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor. S.Pd, MM yang melihat langsung para siswa dari Sekolah menegah pertama (SMP), yang akan melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas (SMA), dimana dipesankan agar siswa untuk belajar agar bisa meraih cita -cita yang luas dimana saja bisa bekerja sesuai dengan bidang masing -masing.
Dikatakan, ada tiga hal besar yang ingin dipastikan, pertama, tidak ada aktivitas calistung di penerimaan PPDB, kemudian masa MPLS, masa transisi PAUD SD yang menyenangkan itu selama 10 hari, ketiga menanamkan enam nilai pondasi dasar kepada peserta didik.
Kepala BNNK Jayapura Arianto mengatakan, BNNK Jayapura ikut memberikan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya Narkoba saat MPLS, diantaranya di SMP Tarbiyatus Sibyan, SMAN 5 penerbangan Waibu, SMPN 6 Sentani, SMP YPPGI Sentani, SMA YPPK Asisi Sentani dan lainnya, termasuk di beberapa kampung di Kabupaten Jayapura.
Ia mengajak timnya menyambangi sekolah – sekolah dan itu dimulai dari SMA Gabungan Jayapura. Selain soal narkoba, miras, pihaknya juga menjelaskan soal kasus kekerasan serta ancamannya.
Sekolah kekurangan murid bukanlah fenomena baru. Gejala ini terjadi sejak lama. Sebelum pemberlakuan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, kekurangan murid lebih banyak dialami sekolah-sekolah swasta.
Kepala SMAN I Merauke Ringland Simanjuntak ditemui media ini seusai membuka MPLS tersebut mengungkapkan, MPLS yang dilakukan sekolah ini supaya segala suatu yang menjadi tanggungjawab anak-anak dan dapat menanamkan rasa kesetiakawanan, kebersmaaan dan ketaatan dalam melaksanakan tata tertib sekolah.
Kegiatan MPLS ini, tidak hanya berkenalan dengan beragam fasilitas sekolah yang ada, diajarkan mengenai kegiatan rutin sekolah, norma yang berlaku, budaya yang ada, serta tata tertib yang berlaku. Di sisi lain kegiatan MPLS ini kegiatan mengenalkan peserta didik kepada guru, kakak kelas, atau pun tenaga kependidikan lainnya.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula SMAN 4 Jayapura telah berhasil menyampaikan beberapa materi yang penting. Salah satu materi yang sangat menarik perhatian peserta didik baru adalah penyuluhan “Penyalagunaan Narkotika” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Papua.
Kegiatan ini bertujuan untuk perserta didik baru untuk mengenali lingkungan sekolah seperti, pengenalan pemrograman sekolah, tata kelola, sarana dan prasarana sekolah, tata cara, penanaman konsep pengenalan diri, termasuk pengenalan kultur sekolah.