-Dinas Perikanan Kabupaten Merauke akan kembali menempati kantornya yang ada di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara, Jalan Noari Merauke. Ini setelah kantor yang dipalang selama 1 tahun 5 bulan itu, dibuka kembali.Â
Hal itu diungkapkannya saat memberikan keterangan pers terkait hasil kunjungan kakoniknya dalam rangka memberikan Sakramen Krisma ke Kimaam dan Wanam. Uskup Mandagi melihat bahwa sebenarnya daerah tersebut memiliki kekayaan yang luar biasa, namun masyarakatnya hidup dalam kemiskinan.
Justina Sianturi menjelaskan, rata-rata izin lokasi yang dicabut tersebut adalah perusahaan yang bergerak di bidang pangan dan perkebunan, baik tebu maupun kelapa sawit. Meski begitu, lanjut dia, sampai sekarang masih ada 24 perusahaan lainnya yang masih terdaftar di Merauke. Di mana dari 24 perusahaan itu, sebagian juga belum melakukan aktivitas atau kegiatan di lokasi yang diberikan untuk melakukan investasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang, S.Pd, saat ditemui media ini di kantornya mengungkapkan, seluruh sekolah yang ada, mulai SD dan SMP yang ada di Merauke sudah tidak lagi during, tapi tatap muka. ‘’Khusus SD dan SMP sudah lakukan tatap muka 100 persen,’’ kata Stephanus Kapasiang. Meski tatap muka secara penuh
Keberadaan para siswa - siswi dari berbagai sekolah yang ada di wilayah Makorem 174/ATW ini telah mendapat izin langsung dari Danrem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI E. Reza Pahlevi, SE, Senin(23/5).
Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT setelah membuka test lelang jabatan tersebut mengungkapkan, lelang jabatan bagi pejabat tinggi pratama ini dimulai dengan psikotest. ‘’Peminatnya memang banyak, kurang lebih 75 orang.
  Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Merauke, Dikriwati, S.Sos ketika ditemui disela-sela manasik haji di Gedung LPTQ Masjid Raya Al-Aqsa Merauke, Selasa (23/5), mengungkpakan, pada musim haji tahun 2022 ini, Kabupaten Merauke hanya mendapatkan kuota 52 CJH, sedangkan cadangan sebanyak 13 orang.
‘’Tolong bapak bupati, kami punya beras yang diambil oleh BUMD Aneka Usaha Malind Kanamin, namun sampai sekarang belum diselesaikan,’’kata Hariadi, salah seorang petani Kurik 4 yang berasnya diambil, namun belum dibayarkan.Â
‘’Kita harus banyak belajar ke sana. Apakah hancur atau tidak. Nyatanya mereka maju. Banyak kemajuan setelah pemekaran. Bahkan, setelah pemekaran itu, tentu Papua Barat tidak mau lagi kalau mereka digabung kembali satu provinsi dengan Papua,’’kata Uskup Petrus Canisius Mandagi, kepada wartawan, Sabtu (21/5).Â
‘’Pemkab Merauke sudah mengeluarkan larangan untuk sementara tidak memasukkan hewan dan ikutannya ke Merauke terkait merebaknya penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan berkuku terbelah,’’kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya kepada media ini, Sabtu (21/5).Â