Dengan laju yang cukup kencang membuat belasan penumpang yang berada di belakang terlempar ke luar. Tak hanya itu, satu penumpang lainnya bernama Alfred Aronggear tewas. Kasus kecelakaan tunggal ini masih ditangani unit lantas Polsek Jayapura Selatan.
Kecelakaan pada 29 Agustus di Jl Trans Arso – Jayapura ini masih nampaknya membutuhkan waktu lebih untuk mengungkap siapa sopir yang diduga melindas kedua korban.
Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak mengatakan, korban meninggal dunia akibat benturan di kepala saat terperosok masuk ke dalam drainase atau got. Dari keterangan saksi yang merupakan pegawai DKP saat di lokasi kejadian, menerangkan bahwa, kejadian itu terjadi Sabtu (10/9) pekan kemarin sekira pukul 03.00 WIT.
Proses penyelidikan terhadap kasus kecelakaan maut yang terjadi di Koya Koso pada 29 Agustus lalu masih menjadi PR bagi Polsek Muara Tami dan Polresta Jayapura Kota. Pasalnya hingga kini sopir yang menabrak kedua korban bernama Kuple Taniauw dan Isak Merahabia di Jl Trans Arso – Jayapura masih dalam penyelidikan.
Kronologi kejadiannya, ungkap Kasat Lantas, berawal saat korban Agung Servian Trino Wardoyo yang mengemudikan kendaraan dobel kabin Mitsubishi Tritton dengan Nomor Polisi PA 8853 GD dengan membawa satu penumpang bernama Fardila, sedang melakukan perjalanan dari Merauke dengan tujuan Asiki, Kabupaten Boven Digoel lewat jalan Trans Papua.
Hingga kemarin, para sopir tersebut belum terungkap karena memilih melarikan diri. Jika sebelumnya dua pemuda di Koya Koso tewas yang diduga terlindas mobil, kini seorang pemuda bernama Maks Kobogau (21) yang menjadi korban. Pemuda yang membawa motor Honda Revo DS 3884 AY ini tewas diduga terlindas truk. Pengemudi truk hingga kini masih diselidiki.
Keduanya ditemukan oleh warga dengan kondisi sudah tak bernyawa dan ada sejumlah luka di tubuh. Ini diketahui sekira pukul 04.30 WIT. Dampak dari tabrak lari ini warga di Kampung Nafri Distrik Abepura pada Rabu (31/8) sempat melakukan pemalangan jalan.
Seorang pengendara motor bernama Rusman (54) akhirnya tewas di RS Bhayangkara setelah mengalami luka akibat menabrak bak belakang mobil Mitsubhisi Strada L200.
Diketahui, tabrakan antar sepeda motor tersebut menyebabkan korban K(20) yang merupakan anggota Brimob meninggal dunia. Sedangkan korban S (26) yang merupakan anggota TNI mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Ruah Sakit Angkatan Laut Merauke.
Polisi awalnya kesulitan mengidentifikasi korban lantaran tidak ditemukan kartu identitas apapun yang dibawa korban. Namun dari hasil penyelidikan, akhirnya identitas korban bisa diketahui.