Begitu juga pemimpin-pemimpin gereja di Papua. Presiden Gereja Injili di Tanah Papua (GIDI) Pendeta Dorman Wandikbo mengatakan bahwa sebagai tanah Injil gereja - gereja berharap ada kedamaian di Papua bukan konflik yang berkepanjangan.
"Sampai informasi ini saya berikan, dia dalam kondisi sehat. Dia tertembak di kepala, tapi helm yang digunakan kualitas bagus, sehingga peluru tidak tembus sampai kepala," kata Irjen Pol Johanis Asadoma dalam Konferensi Pers Pengamanan ASEAN Summit, di Labuan Bajo, dikutip dari Antara Jumat (28/4).
Moeldoko mengatakan kelompok separatis di Papua telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sungguh luar biasa pada masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan bentuk pembunuhan dan pemerkosaan.
"TNI dan Polri perkuat strategi yang komprehensif untuk Papua. Evaluasi operasi dan perkuat langkah-langkah dengan menetapkan status operasi menjadi siaga tempur darat,” ujarnya.
Aparat kata dia, tidak mungkin melakukan pengeboman karena keselamatan Pilot Susi Air Capt Philips Marks Mehrtens dan masyarakat adalah yang utama. Sehingga dalam proses pembebasan pilot yang disandera dilakukan secara profesional dan terukur.
"Siaga tempur, ditekankan lagi, kan selama ini kita sampaikan operasi teritorial, operasi komunikasi sosial, karena masyarakatnya di situ kerawanan-nya tidak tinggi, tapi khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, ya kita tekankan lagi kepada mereka untuk siaga tempur," kata Yudo Margono di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Rabu.
Dua hari berturut-turut kelompok separatis teroris (KST) dilaporkan kembali menyerang aparat di Intan Jaya, Papua Tengah, yakni pada Minggu dan Senin (23-24/4). Selain menyerang aparat, KST terlibat keributan dengan kelompok masyarakat di Kampung Sambili, Kusage, dan Mamba Bawah.
Pilihan konflik bersenjata antara TNI dan Polri menghadapi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di tanah Papua adalah suatu tontonan kekerasan bersenjata yang sangat tidak memberi manfaat apapun bagi kedua belah pihak, termasuk masyarakat sipil di Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengungkapkan KST kembali melakukan teror di Intan Jaya dengan mengangganggu masyarakat setempat serta aparat TNI dan Polri pada Senin (24/4).
Dalam pandangan Dosen ini, bukan simpati dan empati yang didapat melainkan kecaman dan penolakan masyarakat internasional terhadap aksi penyanderaan kelompok Egianus Kogoya tersebut.