Dia menuturkan, setelah mendapatkan izin dari Kemendagri, maka mereka akan segera melantik pejabat Sekda definitif. "Dalam waktu dekat setelah izin dari Mendagri keluar, maka kami boleh melakukan pelantikan posisi Sekda yang lagi kosong," ujarnya.
Dalam pelantikan ini tidak ada wajah baru. Hanya saja pergeseran pejabat dalam jabatan struktural. Misalnya, kekosongan Asisten 2 diisi oleh Yan Piet Meres dari BPKAD. Elchi Meho yang sebelumnya sebagai Kepala Kesbangpol sebagak Staf Ahli. Kemudian posisi Kepala Kesbangpol diisi oleh Rully Ririmase yang sebelumnya sebagai Kadisperindakop.
Kegiatan patroli malam dipimpin Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Keerom Bripka Ibnu Khaldun beşerta lima personil Sat Samapta Polres Keerom. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam memberikan rasa aman, nyaman, kepada masyarakat dalam terciptanya sitkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Keerom.
Dia menyatakan bahwa Kabupaten Keerom tidak bisa dibangun oleh satu golongan, pihak atau satu partai saja, tetapi butuh kesepakatan bersama untuk membangun Kabupaten Keerom menjadi lebih baik lagi
Kegiatan yang dilakukan di Mapolres Keerom Jl. Bhayangkara Arso Swakarsa, Keerom ini dipimpin langsung Kaur Gakkum Subbid Provos Bid Propam Polda Papua AKP Abdul Wahidin beserta personel Subbid Provos Bid Propam Polda Papua dan Kaur Kes Kamtibmas Bid Dokkes Polda Papua AKP Didik Supowo beserta Personil Bid Dokkes Polda Papua.
Dirkrimsus Polda Papua, Kombes Pol Ade Sapari mengatakan pihaknya telah melakukan upaya hukum penyidikan dan Minggu malam tim telah melakukan penahanan. Selain itu pada 5 April lalu BPKP juga telah merilis kerugian negara yang mencantumkan angka ini.
Jadi diceritakan bahwa saat itu petugas piket mendapat laporan dari tetangga korban bernama Yuli Pagawak bahwa ia telah ditampar akibat korban menganggap anjingnya dipukul oleh pelapor. Anggota jaga ketika meminta pelapor untuk pulang dan akan dibuatkan undangan. Namun pelapor menyampaikan tidak akan pulang kalau pak polisi tidak ke lokasi.
Dikatakan polisi datang ke ke rumah korban karena adanya laporan warga terkait penganiayaan. Disaat itulah ada reaksi dari AT sebagai pelaku yang justru menyerang aparat lebih dulu. Bahkan ketika polisi jatuh ternyata AT Â masih terlihat mengayunkan parangnya sehingga dikeluarkan tembakan.
Setibanya di TKP pelaku AT justru mengamuk membabi buta sambil mengayunkan dua bilah parangnya. Anggota SPKT sempat memberi tembakan peringatan namun tidak ditanggapi. Lalu AT justru melakukan penyerangan dan langsung menyabetkan parangnya ke anggota Aiptu Imam Basori hingga anggota tersebut jatuh terkena sabetan parang.