“Dalam hari ini saya tegaskan bahwa Polres Jayapura tidak pernah meminta bantuan sepeser pun kepada masyarakat, apalagi membawa nama saya sebagai Kapolres. Itu fitnah yang luar biasa dan saya pastikan itu hoaks,” tegas A
"Kami menegaskan bahwa tuduhan dan pernyataan yang disampaikan melalui platform Facebook dengan akun "DM' dan “AG” tidak memiliki dasar fakta yang benar dan tidak pernah dapat dibuktikan kebenarannya. Kami akan menempuh
Umar menjelaskan, dalam UU ITE yang baru dipertegas mengenai batasan substansial tentang jenis kebohongan digital yang dapat diproses hukum. Sehingga praktik pemidaan yang selama ini dianggap berlebihan dan rawan disalah
"Daerah-daerah pedesaan jauh itu sangat dibatasi oleh transportasi dan komunikasi sehingga pengadaan buku itu menjadi satu hal yang sangat penting untuk mencerdaskan anak bangsa didaerah pedesaan," jelas Prof Ave.
Hingga kini Polisi belum menarik kesimpulan terkait dugaan siapa pelaku yang tak berkeprikemanusiaan itu. Meski begitu Polisi memastikan bahwa pelaku tidak mengincar harta para korban mengingat semua barang termasuk moto
Isu-isu dan informasi hoax itu mulai bermunculan setelah adanya penemuan dua mayat yang merupakan korban pembunuhan di Jalan Poros Sp9-Sp7 dan di kompleks belakang Keuskupan Timika, tepatnya di pertigaan jalan tembus Jal
Apalagi video ini langsung tersebar masive dan banyak yang percaya bahwa ini kejadian di Jayapura. Polisi lantas merespon dengan memberikan klarifikasi. Jadi pada Minggu Ahad (5/10) beredar postingan video dan narasi pen
AKBP Umar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini telah mendukung pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas di Kabupaten Jayapura.
“Selamat pagi semua info mulai hari ini pukul 15:00 WIT bagi warga yg ojek tdk boleh antar penumpang ke Iwaka, Utikini, SP 6, 7 dan 13, bagi yg melanggar info ini, risikonya tanggung sediri, makanya barusan saya balik le
Dalam postingan di platform media sosial X, BI mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada berita tersebut. "Hoaks: BI tidak menerbitkan uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI!" tulis B.