Pembakaran ini terjadi sekira pukul 11.20 WIT dimana personel Polres Dogiyai yang dipimpin langsung Wakapolres, Dogiyai AKP Muhammad Tahir mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pembakaran Gedung Sekolah tersebut. Setiba di lokasi, tampak dua ruang kelas sudah rata dengan tanah.
Meski situasi di wilayah tersebut terbilang mulai kondusif, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika belum dapat memberikan kepastian mengenai nasib para guru yang akan ditempatkan kembali disana. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmani
Kali ini, sosialisasi dilakukan DPRD Kota Jayapura di SMA YPK Diaspora dan SMK Negeri 3 Jayapura. Selain sosialisasi, dari kegiatan tersebut, DPRD mendapatkan berbagai masukan dari guru-guru, seperti di SMA Diaspora. Guru guru di sekolah ini, meminta dukungan DPRD, agar dibuatkan regulasi terkait penyerapan tenaga pengajar berlatar belakang ASN.
Perekbangan ini tidak terlepas daripada visi dan misi, dimana salah satu yang menjadi prioritas menyeleksi tenaga guru yang punya kualitas dan kuantitas yang tinggi. "Setiap 6 bulan tenaga guru di YPPK direvisi, bagi yang hasilnya baik akan dilanjutkan, demikian yang tidak akan dipertimbangkan, ini salah satu langkah untuk mendorong kualitas pendidikan di YPPK," jelasnya.
Workshop Transformasi Digital Organisasi dihadiri oleh 61 orang perwakilan guru dan pengurus PGRI Kab/Kota dari empat (4) Daerah Otonom Baru (DOB) Papua. Salah satu agenda dalam workshop terkait dengan KTA Digital yang telah diupgrade untuk melayani system informasi keanggotaan PGRI dengan fitur yang baru seperti karya guru, aspirasi guru dan juga lindungi guru.
“Kami juga sudah kroscek kepada saksi yang melihat dan mengalami secara langsung betulkah ada tembakan dan mereka mengatakan betul. Yang berikut kami juga ingin memastikan bahwa para Nakes dan guru pasca kejadian ini nasib mereka jangan sampai diabaikan, apalagi sampai hilang," beber Frits.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Merauke Salvianus Laiyan mengakuihal tersebut. Salvianus Laiyan mengaku banyaknya guru yang ditarik masuk ke dalam jabatan struktural dikarenakan pihaknya mengami kekurangan tenaga struktural untuk mengisi sejumlah jabatan di OPD pasca terbentuknya Provinsi Papua Selatan.
“Memang Kabupaten Jayapura yang luas ini memerlukan banyak tenaga guru dan kesehatan, pelayanan yang lebih merata kepada masyarakat baik di bidang kesehatan maupun pendidikan dan untuk menjawab tantangan di lapangan, sehingga dari kebutuhan tersebut Pemkab Jayapura membutuhkan pengangkatan bagi PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan,"ucapnya.
Salah satu komitmen ini dituangkan dalam kerja sama dengan PT.Digital Gasing Edukasi dengan program Pandai berhitung dengan metode gasing (gampang asyik dan menyenangkan) yang mengarah pada materi pelatihan keterampilan kepada guru jenjang pendidikan dasar.
Ketua DGB UGM di Jayapura, Prof Ir. Ambar Pertiwiningrum.,M.Si.,Ph.D, mengatakan kunjungan tersebut bagian dari kegiatan pendidikan dan pengabdian bersama Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) untuk membagikan ilmu dan pengetahuan kepada para guru besar yang ada di setiap perguruan tinggi di Papua dan Papua selatan.