Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari menjelaskan, kerjasama yang dilakukan Bulog, dalam hal menyediakan beras SPHP untuk dijual diritel modern, diantaranya dengan PT. Saga dan PT. Ramayana.
Manager Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Kanwil Papua, Guido XL Pereira mengatakan, sampai 14 Maret stok beras medium tersedia di gudang sebanyak 22.000 ton.
Diungkapkan Harris, menambah kuota beras SPHP dari Bulog, yang mana standar dan kualitas beras SPHP juga bagus, dengan sendirinya mengajak masyarakat untuk dapat mengkonsumsi beras SPHP.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto, menyebut naiknya harga beras di Papua dipengaruhi naiknya harga barang dari daerah pemasok. Hal tersebut kata Jeri dikarenakan beras di Papua mengandalkan pasokan dari daerah lain.
Dalam rangka meningkatkan ketahanan stok di gudang, Perum Bulog Merauke akan mendatangkan kembaoi 7.500 ton beras dari luar ke Merauke. Kepala Bulog Merauke Firman Mando menjelaskan bahwa 7.500 beras yang didatangkan bulan tersebut berasal dari Makassar dan Surabaya.
PJ Bupati Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan bantua ini yang langsung menyentuh dengan masyarakat, baik yang ada di kawasan perkotaan maupun yang ada di 8 Kabupaten, pusat Distrik da kampung-kampung di ujung kampung di lembah-lembah,
Hal tersebut disampaikan Guna Dharma Nugrahawan bahwa dengan adanya pergantian penjabat ini diharapkan penjabat baru nantinya dapat memperhatikan penyaluran bantuan pangan. Selain itu juga menjaga inflasi dan stabilisasi harga, dimana dalam menjalankan peran Bulog, pastinya tidak bisa terlepas dari dukungan media.
Pertemuan tersebut dilakukan di ruang rapat Gubernur Papua Pegunungan yang dipimpin Asisten I Setda Provinsi Papua Pegunungan,Drs. Wasuok Demianus Siep dan diikuti Kepala Bulog Cabang Wamena bersama dengan 28 Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Karena stok yang ada di gudang Bulog tersebut sisa 2.100 ton atau hanya bertahan 3 bulan untuk jatah ASN dan TNI Polri, maka rencana anak masuk lagi beras dari Surabaya sebanyak 1.500 ton. Saat ini, jelas dia, sedang dilakukan pengisian ke kapal.
Dengan jumlah tersebut, jika dikonversi ke gabah basah dapat menghasilan 145.568 ton dengan rata-rata 4 ton perhektar. Kalau diokoversi ke gabah kering giling akan mendapatkan 121.309 ton. Dan jika dikonversi ke beras maka akan menghasilkan kurang lebkh 77.695 ton.