"Pertumbuhan ini terjadi pada 15 lapangan usaha, sedangkan dua lapangan usaha lainnya yaitu Industri Pengolahan dan Jasa Kesehatan mengalami kontraksi, " katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/8) kemarin.
Diakuinya, jumlah penumpang yang datang dengan angkutan laut pada Juni 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,65 persen, yaitu dari 17.481 orang pada Mei 2023 menjadi 17.595 orang.
“Data ini sedang kami validasi lagi di lapangan, sehingga kita bisa mencari solusi untuk mengatasi masyarakat miskin ekstream ke kategori masyarakat pra sejahtera dengan pendapatan di satu keluarga harus mencapai Rp 5.000.000 perbulan,” terangnya.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan, pada Juli 2023 tiga kota mengalami inflasi yaitu Merauke sebesar 5,21 persen, Timika sebesar 4,93 persen dan Jayapura sebesar 2,17 persen.
Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Papua Derek Hegemur di Jayapura, Selasa, mengatakan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat merupakan tantangan untuk terus memperbaiki kinerja.
"Impor Papua pada Juni 2023 tercatat senilai US$30,07 juta berupa impor migas senilai US$8,40 juta dan impor nonmigas senilai US$21,67 juta, " katanya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/7) kemarin.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina menjelaskan, seluruh kota alami inflasi, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.
Kepala BPS Papua Adriana Helena Carolina menjelaskan, secara kumulatif jumlah embarkasi penumpang angkutan laut selama Januari-April 2023 mencapai 49.629 orang atau meningkat sebesar 52,21 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 yang sebanyak 32.605 orang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Adriana Helena Carolina menyampaikan, pendataan Sensus Pertanian telah dimulai pada 1 Juni 2023 pada semua kabupaten/kota di empat provinsi.
Diakuinya, Komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan Barang dari besi dan baja (HS70) yang memiliki nilai US$2,92 juta atau sebesar 31,10 persen dari total nilai impor komoditi non migas utama.