"Dalam kegiatan kali ini, tercatat ada peningkatan transaksi dari tahun lalu yang cukup signifikan. Jika di tahun lalu capaian transaksi sebesar Rp 339 juta, untuk kali ini sampai kemarin (7/8), transaksi mencapai Rp 366 juta," terangnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/8) kemarin.
Diakui Omah Laduani, sebelumnya selama masa pandemi Covid-19, perekonomian mengalami perlambatan, begitu juga dengan UMKM maupun IKM hampir secara nasional termasuk Papua juga terkena dampaknya.
"Salah satunya ialah Festival Kopi Papua yang dirangkaikan dengan Gebyar Kemerdekaan RI Ke–78 dengan tema“Mendunia dari Bumi Papua” yang mengusung Kopi Papua sebagai komoditas ekspor unggulan dari Indonesia,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (5/8) lalu.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Jayapura Joni Y. Betaubun dengan segenap jajaran DPRD di Kantor BRI, Wilayah Jayapura, di Klofkamp Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (4/8) pekan kemarin berlangsung singkat.
"Hadirnya Bank Papua juga membantu Pemkab Jayapura mengembangkan usaha pelaku UMKM untuk lebih maju dan berkembang, melalui kemudahan bantuan kredit, pemberian bantuan dan lainnya,"ungkap Sekda Hana.
"Saya selaku pimpinan dan segenap Anggota DPRD Kota Jayapura mengucapkan terima kasih kepada Bank Papua, karena telah mensponsori liga 2 Persipura, saya harap Bank Papua dapat kembali mensponsori Persipura," ungkapnya.
Bahkan ada potongan harga tertentu bagi masyarakat yang belanja menggunakan QRIS. Ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi peningkatan transaksi non tunai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Juli Budi Winantya mengatakan, potongan QRIS yang dinamakan merchant discount rate (MDR) UMKM saat ini menjadi 0,3%. Sebelumnya tarif tersebut 0%. Ini merupakan bagian dari administrasi.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, kami tetapkan tiga orang tersangka berdasarkan tiga alat bukti," ucap Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua Sutrisno Margi Utomo saat dikonfirmasi, Selasa (1/8)
"Terlihat dari rasio kredit bermasalah atau (NPL) gahun 2023 alami penurunan dari 3,07% pada Mei 2022 menjadi 2,95% pada Mei 2023," katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/8) kemarin.