Kanit Renata Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ipda Wilhelmina Kurut yang memimpin patroli menyambangi masyarakat yang ada di sekitaran Tugu Salib serta mama-mama penjual sayur dan buah di Pasar Potikelek untuk memberikan himbauan Kamtibmas sambil membagikan stiker.
“kita ingin mendengar masukan –masukan dari Stekholder yang ada sehingga masukan itu akan menjadi rekomendari kepada pemerintah daerah bakik Provinsi Papua pegunungan, Pemkab Jayawijayadan aparat TNI/Pori,”ungkapnya Sabtu (16/9) kemarin
Ipda Wilhelma menyebutkan, Patroli Senyum ini merupakan inisiatif Polwan Polres Jayawijaya untuk mendukung suksesnya Pemilu Damai menuju Indonesia yang lebih maju, yang akan berlangsung pada tahun 2024.
Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, MAP menyatakan pendampingan merupakan salah satu langkah penting untuk percepatan pencapaian kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, dimana hal tersebut dapat dicapai diantaranya melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumber daya sesuai esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.
Sekda Jayawijaya Thony M Mayor, SPd, MM menyabutkan pemetaan wilayah adat Klen Suku ini memang haru berjalan, namun dari keterangan tim yang telah turun ke lapangan masih ada 5 Distrik yang belum dilakukan pemetaan wilayah adat seperti Bolakme, Melagalome, Tagime, Tagineri dan Koragi
Kata Mathias apabila materi tersebut sudah diserahkan dalam waktu dekat ini maka pihaknya akan membahas dan melakukan siidang untuk menetapkan raperda APBD Perubahan tahun 2023 ini sebagai peraturan daerah agar bisa di pergunakan sebagaimana mestinya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy E Mambieuw, SpB mengakui kemarin pihaknya mendapat bantuan dari kementrian berupa peralatan USG sebanyak 17 buah dan itu di peruntukan untuk masing –masing layanan atau 17 puskesmas yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Asisten I Setda Provinsi Papua Pegunugan Drs,. Wasuok Demianus Siep. Mengakui jika PJ Gubernur sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Pusat untuk memutuskan hal ini, sehingga keputusannya memperpanjang Jabatan dari Pj Sekda yang sebelumnya kembali .
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP. komarul Huda, SH membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut yang mana bermula dari kasus Laka lantas yang terjadi di Distrik hubikosi terhadap seorang Perempuan dari Distrik Ibele yang menyebabkan korban meninggal dunia ketika di bawah ke RSUD Wamena.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Lantas Iptu Reza Hilmy Putra, S.Tr.K tersebut dilaksanakan secara stasioner dengan memeriksa kelengkapan surat - surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan pada setiap pengemudi yang terjaring dalam razia yang dilakukan di halaman Polres Jayawijaya.