Inovasi layanan dilakukan, bukan hanya membuka layanan di Kantor Disdukcapil yang berada di Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, tapi juga lewat loket yang ada di beberapa rumah sakit, kantor distrik dan kelurahan.
Bahkan di wilayah Papua Tengah, setidaknya masih ada enam kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi dari provinsi. Enam kabupaten tersebut yakni Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Paniai dan Mimika.
Lucia mengatakan, ini menjadi penyebab sering terjadinya keterbatasan stok obat malaria terutama di Papua yang masih endemis malaria. “Memang benar karena obat malaria kita 100 persen impor, untuk DHP dan artesunat. Itu kita masih 100 persen impor,” katanya.
Kapolres dalam kesempatan itu membacakan amanat Kapolri, Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi, menegaskan bahwa operasi Mantap Brata Tahun 2023-2024 dilaksanakan selama 222 hari terhitung sejak 19 Oktober 2023 sampai dengan 20 Oktober 2024 mendatang.
Keputusan itu diambil Ketua Majelis Hakim, Thobias Benggian dan didampingi Hakim Anggota Linn Carol Hamadi serta Andi Mattalata, berdasarkan bukti yang ada selama proses persidangan. Baik keterangan saksi maupun alat bukti yang ada yang dituangkan dalam persidangan selama ini.
Baru-baru ini Badan Karantina Papua Selatan menerbitkan Sertifikat Kesehatan (KT-12) terhadap media pembawa 25 ton beras yang akan dilalulintaskan ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Willem Naa mengatakan hari pangan diharapkan jadi momentum bagi masyarakat maupun pihak terkait terhadpa pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi.
Rapat koordinasi digelar di Timika, Jumat (13/10/2023) dihadiri Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Plh Sekjen Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Risnandar Mahiwa, serta Forkopimda dan pengurus partai politik dari 8 kabupaten se-Provinsi Papua Tengah.
Tetapi hal ini baru disampaikan secara lisan oleh pihak maskapai Batik Air kepada UPBU Mozes Kilangin. "Kemarin area managernya (Batik Air) menyampaikan seperti itu, tetapi sampai saat ini realisasinya belum ada," ujar Asep.
Menurut Bupati, galian C yang ada di Kota Timika terutama di wilayah SP 2 sangat mengancam lingkungan. Sungai mengalami abrasi dan rumah warga bisa ikut amblas jika terus dibiarkan. Kemudian kendaraan yang keluar masuk lokasi galian membuat jalan rusak dan membahayakan pengguna jalan.