Diantaranya, kemalasan bekerja sementara istri sedang mengandung. Selain itu, ketika melahirkan anak dibiarkan begitu saja. “Otomatis ketika mengandung dan asupan gizinya kurang baik, maka anak yang lahir bisa terkena stunting,” jelas Sodiq.
Ini termasuk tinggi, sehingga menjadi perhatian dan salah satu prioritas nasional, wajib untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah. Terutama menekan angka stunting ini bisa diatasi, bahkan tidak berkembang.
Pj. Walikota Jayapura, Dr Frans Pekey dalam sambutannya meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah dan pihak terkait lainnya untuk memperhatikan beberapa program prioritas nasional dalam menjalankan program kerja di masing-masing organisasi perangkat daerah termasuk Pemerintah distrik dan kelurahan.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyebut, kasus stunting di 9 kabupaten/kota di bumi cenderawasih sampai saat ini masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang salah satunya adalah penyakit menular.
"Papua sangat kaya dengan pangan lokal, seperti ikan, keladi, petatas, sagu, kacang-kacangan, sayur-mayur dapat diolah melalui Program Dashat menjadi makanan yang kaya asupan bergizi untuk dimakan ibu hamil, menyusui, dan bayi dua tahun," ujar Kepala BKKBN Papua Nerius Auparai di Biak, Selasa.
Oleh karena itu, dengan sisa waktu yang ada dan angka kasus stunting yang masih 16,42 persen, maka Pemkab Jayapura melalui OPD dan berbagai sektor harus bisa melakukan penekanan supaya kasus stunting berkurang.
Dalam kunjungan kerja itu, Pj Apolo Safanpo didampingi Pj Sekda Drs Maddaremmeng, M.Si, Plt Kabiro Umum Jaswadi, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan.
Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarmi serius menurunkan angka stunting di wilayah setempat. Sebagaimana laporan terakhir menyebutkan angka stunting Pemkab Sarmi mencapai 17 persen dari jumlah penduduk.
“Jadi melalui program Bangga Kencana kami harapkan dapat menekan masalah stunting di Kota Jayapura,” ucap Betty Puy ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Sabtu (16/9) siang.