Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri menyebut bahwa hingga hari kedua pasca pelaksanaan pencoblosan di Tanah Papua, masih ada 514 TPS yang belum melakukan proses pemilihan suara. Totalnya kata Kapolda sebanyak 1.297 TPS yang belum mencoblos jika dihitung keseluruhan pada 14 Februari lalu.
Hanya untungnya bangunan yang dibakar dipastikan sudah tak digunakan lagi sehingga tidak terlalu berpengaruh pada pelayanan publik. Namun terkait ini ia meminta dilakukan evaluasi terkait wilayah tersebut apakah masih bisa didirikan TPS atau tidak.
Mereka akan terus meningkatkan pengamanan dan berusaha untuk mengambil kembali senjata tersebut. Kapolda juga sampaikan bahwa dalam pengejaran agar tidak dilakukan secara berlebihan sehingga masyarakat juga bisa lebih tenang.
Kapolda terlihat bersyukur karena ini sejatinya sudah diplaning jauh – jauh hari saat pembangunan gedung Mapolda. Hanya awalnya niat pembangunan berada di lokasi di pinggir jalan agar bisa digunakan seluruh umat namun karena satu dan lain hal akhirnya dibangun di areal Polda baru.
“Sebby itu siapa, saya tidak ada urusan dengan Sebby dan KNPB dan tugas kami menjaga NKRI, menjaga Pemilu berjalan aman dan damai,” cecar Kapolda saat ditanya soal adanya upaya memboikot Pemilu di Makodam XVII Cenderawasih, Kamis (1/2).
Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura dan juga Dosen Pascasarjana STIH Biak, Anthon Raharusun, mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah maupun TNI-Polri, hanya saja belum membuahkan hasil bahkan belum ada suatu kemajuan yang berarti.
Kasus pengeroyokan, pelemparan, pengrusakan hingga pembakaran yang terjadi saat penjemputan jenasah Lukas Enembe ini kini ditangani Dirkrimum dan kapolda meminta publik bersabar sebab timnya sedang bekerja.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius D. Fakhiri, Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si, dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin. Selain itu, para PJU Polda Papua dan seluruh personel Polda Papua turut ambil bagian dalam acara tersebut.
Apel ini dihadiri juga Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarinserta para PJU, PNS, Tamtama, Bintara, dan Perwira Polda Papua, turut hadir dalam apel tersebut. Disini Kapolda Papua memberi motivasi dengan semangat baru dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks di tahun 2024 terutama dalam mengamankan Pemilu nantinya.
Terkait ini, Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyatakan bahwa tim cyber bekerjasama dengan Direskrimum langsung menelusuri dan ternyata posisi pelaku berada di luar Papua."Sudah diamankan tanggal 30 kemarin," katanya.