Dikatakan, khusus untuk Papua ini sudah diumumkan melalui website, ada sekitar 350 yang CPNS yang berasal dari Papua yang akan masuk di rumah sakit vertikal Papua. Selanjutnya akan ada penerimaan gelombang berikut untuk menempati posisi tenaga pendukung seperti security kemudian perawat dan juga ada tambahan-tambahan lain.
  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.dr.Arry Pongtiku mengatakan, sepanjang tahun 2024, jumlah kasus baru TBC yang ditemukan sebanyak 6.644 kasus. Kemudian 896 orang diantaranya yang mengalami koinfeksi artinya TBC yang disertai HIV.
  Dia mengatakan, sejak diluncurkan sampai saat ini, animo masyarakat di wilayah keluarahan Hedam itu baru sekitar 26 orang. Padahal, pihaknya ditargetkan sekitar 90 persen dari jumlah penduduk di wilayah itu. "Kami ditargetkan 90 persen, tapi sampai saat ini baru 26 orang yang datang sejak diluncurkan itu," ujarnya.
 Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang menjelaskan jumlah pasien malaria ditahun 2023 mencapai 45.462, dari jumlah tersebut paling banyak didominasi oleh laki-laki yakni sebanyak 26.000 sementara perempuan 19.000 pasien.
  Menurut Daisy, IGD RSUD Abepura itu mulai dibangun sejak 2024 lalu dengan menggunakan anggaran Dana DAK senilai Rp 10 miliar. Selain pembangunan gedung, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk melengkapi semua perabotan, peralatan yang dibutuhkan di RS tersebut.
 "Karena masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan kesehatannya, dengan alasan tidak ingin mengetahui penyakitnya, bagi mereka lebih baik tidak tau penyakit dari pada tau akibatnya jadi stress, tapi sebenarnya justru memeriksakan kesehatan lebih dini akan lebih baik untuk mencegah terjadinya penyakit -penyakit berbahaya," jelasnya.
Diakuinya, dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai penyakit yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, seperti TBC, malaria, HIV/AIDS, serta penyakit tidak menular lainnya.Â
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang menjelaskan, program ini bertujuan untuk meraih penghargaan Swasti Saba, di Papua baru Kota Jayapura yang melaksanakan program tersebut.
  Puskesmas Waena, salah satu yang melaksanakan program itu. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis itu harus mendaftarkan melalui aplikasi satu sehat mobile atau melalui WhatsApp. Namun ternyata tidak semua masyarakat memiliki Android sehingga hal ini juga menjadi kendala tersendiri.