Meski demikian, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dikecualikan dari kebijakan WFH atau tetap menerapkan Work From Office (WFO). Di antaranya pejabat pimpinan tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), S
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Adi Kurniawan, mengatakan sejumlah penyakit yang kerap muncul saat musim hujan dan kondisi banjir antara lain penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria
Abisai menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terhenti, terutama dalam kondisi darurat. “Selama libur panjang, layanan kesehatan harus tetap berjalan. Kami minta Dinkes memastikan
Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang menjalani tes malaria sebanyak 358.589 orang dengan temuan kasus positif sebanyak 62.401 orang. Sementara pada tahun 2025 jumlah tes meningkat signifikan menjadi 440.900 orang deng
Kepala Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pekan pertama Ramadan bersama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan pemerintah Kota Jayapura dan instansi terkait lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah wilayah dan menemukan masih ada beberapa Pustu yang belum berfungsi secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Kesehatan cukup proaktif bersama dengan pihak gereja dalam memberikan penanganan terhad
Dari jumlah tersebut, Dinas Kesehatan mengirim sebayak 89 sampel ke luar Mimika untuk dilakukan uji labboratorium, dan hasilnya, 19 sampel dinyatakan positif campak. Di tahun berikutnya, yakni pada 2024 jumlah kasus camp
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Juliana Napitupulu, di Jayapura, Kamis, mengatakan kasus malaria tersebut terjadi hampir di seluruh distrik di Kota Jayapura, dengan angka tertinggi berada di Distrik Muara Tami
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin menegaskan bahwa penyebab utama tingginya tren kasus campak di Mimika disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi.