Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika berencana menambah dua pos pemadam kebakaran baru tahun ini.
Langkah ini diambil guna mempercepat respons penanganan dan menghindari keterlambatan yang memicu konflik dengan warga.
Dua rumah semi permanen yang ludes terbakar ini berada di wilayah RT/RW 05/03 Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, tepatnya di belakang Pasar Hamadi. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan besert
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menegaskan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran harus berada dalam kondisi siaga penuh
Kebakaran kembali terjadi di wilayah Sentani, tepatnya di Perumahan Doyo Grand jalur 5 Blok B, yang menghanguskan dua unit rumah kosong, Selasa (5/5) malam. Dua rumah bernomor B/88 dan B/89 tersebut dilaporkan tidak berpenghuni. Beruntung,
Dalam peninjauan tersebut, Sarce melihat secara langsung kondisi sejumlah selang pada mobil pemadam kebakaran yang mengalami kebocoran. Menurutnya, kerusakan tersebut menyebabkan proses pemadaman api tidak berjalan maksi
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali mengatakan, berdasarkan pengamatan petugas dilapangan serta pemotretan di lokasi dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya satu lembar seng dan satu potong kayu yan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jayapura, Septinus Ireeuw menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur sekaligus upaya mempererat solidaritas dalam menyambut HUT ke-107 Pemadam Kebakaran Ind
Kepala Damkar Kota Jayapura, Stepanus Ireeuw, menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 pihaknya belum mengalokasikan pengadaan unit atau armada pemadam kebakaran baru.
Warga dan sejumlah pelajar SMA Negeri 4 Jayapura yang mengetahui adanya kebakaran tersebut, langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sekira 30 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Peme
Kesempatan tersebut dilakukan Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, saat memimpin apel pagi bersama jajaran Satpol PP dan ASN, sekaligus menyerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar).
Tidak berselang lama, pukul 18.58 WIT, satu unit mobil pemadam dari Pos Abepura tiba pertama kali di lokasi, disusul unit lain dari Pos Mako, Jayapura Selatan, dan Heram. "Objek yang terbakar mencakup lima unit rumah mil
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa DPKP Kota Jayapura saat ini hanya memiliki 6 unit kendaraan operasional, terdiri dari 4 mobil tembak dan 2 mobil suplai. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan terse
Kepala DPKP Kota Jayapura, Dr. Roberth J. Betaubun menjelaskan bahwa ketersediaan hidran kebakaran yang berfungsi dengan baik merupakan salah satu fasilitas vital dalam mendukung upaya pemadaman di lapangan.
Berdasarkan data DPKP Kota Jayapura, sejak tahun 2021 hingga Agustus 2025, tercatat ratusan kejadian kebakaran dengan tren fluktuatif. Dimana pada Tahun 2021 tercatat 57 kejadian (10 kebakaran lahan, 47 kebakaran banguna
Lokasi kebakaran yang berada tepat di pertigaan Jalan Raya Sorido Kampung Baru, yang merupakan jalur padat, membuat arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kemacetan parah tak terhindarkan mengingat waktu kejadian bertepat
Sekretaris DPKP Kota Jayapura, Margareta Kirana menyebut kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pihaknya dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon terhadap potensi jika terjadi k
Ia menjelaskan, sejumlah faktor pemicu kebakaran masih sering ditemukan di lapangan, seperti korsleting listrik akibat pemasangan instalasi sembarangan, lilin yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan, kompor gas yang lupa
Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran serta Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 6 Tahun 2019 tenta
Kasi Pengendalian Operasi Damkar Kota Jayapura, Velix Rumbiyaan mengatakan, korsleting listrik terjadi di lantai 2 kamar kos. Dari 19 unit kos-kosan, 16 unit diantaranya terbakar. Sedangkan 3 unit, sebatas kena percikan.
Saat berada di luar, ia melihat ada kepulan asap yang keluar dari atap bagian depan kantor. Dengan cepat ia lalu menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika guna mengerahkan tim Pemadam
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan kunjungan Wakil Presiden berjalan lancar. Tugas kita adalah mencegah, mengamankan, dan menjaga kota ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Oleh karen
Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Willem Rumere, menjelaskan bahwa dana Otsus yang dialokasikan untuk BPBD mencapai hampir Rp5 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli dua unit mobil Damkar berkapa
Veronika menjelaskan bahwa berbagai pemicu kebakaran tercatat sepanjang semester pertama tahun ini, mulai dari kompor gas, peralatan listrik rumah tangga, hingga human error.
Bencana kebakaran sudah sering kali terjadi baik rumah, sekolah, perkantor pemerintah maupuan swsata, kendaraan dan masih banyak lagi. Insiden tersebut seringkali mengancam keselamatan sehingga sangat memerlukan respons
Data dari lokasi kebakaran pertama terdapat tiga unit rumah yang terbakar yakni milik Wa Ode Mini (45), Junaidi (47) dan Juber Sitorus. Disebut kebakaran hebat lantaran api membumbung tinggi ke langit dan bisa terlihat d
Kepala Satpol PP Sarmi, Obet Pongrate, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan (trial) yang menjadi dasar penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.
Ketua Panitia Pelaksana, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, Hernike R. Awi, mengatakan tujuan dibentuknya relawan pemadam kebakaran (Redkar) ini untuk meningkatkan peran masyarakat
Melihat pentingnya kesiapan atau pencegahan terjadinya kebakaran ini, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Kantor OPD di lingkungan Pemkot Jayapura, Jumat (
Plt. Kepala Dinas DPKP Kota Jayapura, Roberth.J.Betaubun menjelaskan bahwa hal ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan personel dalam merespon setiap laporan kejadian kebakaran yang harus segera ditin
Menurut keterangan warga, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIT. Saat itu, kobaran api sontak terlihat dan langsung melahap seluruh bagian rumah. “Tadi kita datang api sudah berkobar, katanya sih pas pemiliknya lagi tinggal salat (Maghrib) di Masjid (Al-Mutazam),” kata Ipang seorang pemuda saat ditemui di lokasi kejadian.
Kata Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Stepinus Marandof menyebut, kejuaraan ini akan berlangsung hingga 28 Februari 2025. Puncaknya akan berlangsung tanggal 1 Maret 2025 yang dilaksanakan dengan upacara peringatan HUT Damkar.
Saat kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan 20 personel dengan 2 unit armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) berukuran 10.000 liter dan 3.000 liter.
Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Septinus Marandof mengatakan, rencananya pos akan dibuka di Distrik Mimika Timur, Distrik Iwaka dan Distrik Kwamki Narama. Wacana ini pun muncul karena mengingat potensi terjadinya bencana kebakaran di Kabupaten Mimika terbilang cukup tinggi.
Masfulfa mengaku dirinya tidak tahu pasti terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut karena pas kejadian ia ada di kios tidak di kamar. Tetapi yang pasti api bersumber dari dalam kamar.
“ Sehingga dengan pengetahuan tersebut mampu meminimalisir kerugian yang terjadi dalam musibah Kebakaran, dan peserta juga dituntut untuk selalu Responsif dalam menjalakan tugas tersebut,” ujar Kasatpol PP Sarmi.
Keberadaan Pemadam Kebakaran, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan dan perudang-undangan berada pada urusan wajib, mengingat keberadaannya adalah bertujuan untuk mewujudkan pelayanan masyarakat melalui penanggulangan kebakaran dan bentuk bencana lainnya.
Dinas Pemadam Kebakaran sendiri telah menyiagakan beberapa Pos unit pemadam kebakaran. Pertama yang terletak di batas kota Jayapura di sana ada beberapa petugas jaga dan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, pengerusakan yang dilakukan terhadap kendaraan dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura itu dilakukan lantaran kesal dan kecewa karena terlambat sampai di lokasi kejadian.
Kejadian ini terjadi sekira pukul 00.26 WIT disaat mobil Damkar mendatangi lokasi kebakaran sebuah rumah milik Dr Ferdinand. Berawal dari informasi yang diterima bahwa telah terjadi kebakaran di wilayah Abepura. Dari laporan itu langsung disikapi Dinas Pemadam Pos Pasar Yotefa dengan mendatangi lokasi.
Dia menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan, karena sering ditundanya pelantikan pejabat definitif atau kepala dinas di kantor dinas tersebut, setelah dinas itu dibentuk berdasarkan aturan sejak Januari 2024.
“Kami selalu memberikan imbauan kepada masyarakat terutama dengan cuaca yang ada saat ini, kita diharapkan selalu menjaga, kalau kita bersih-bersih lingkungan, kebun, sampah, kalau api masih menyala jaga dulu jangkauannya," katanya.
Peristiwa kebakaran di deretan Toko NIaga ini cukup menarik perhatian masyarakat tak terkecuali pihak kepolisian. Pasalnya, ruko yang terbakar itu merupakan Toko Niaga yang menjual berbagai alat tulis kantor (ATK), alat kebutuhan rumah tangga dan lain sebagainya. Harga yang relative lebih murah dan lengkap, membuat toko ini sering menjadi tujuan untuk berbelanja ATK.
Kebakaran yang terjadi di Perumahan Uncen bawah, menghangsungkan rumah milik Nerius Tokoro dan Herda Msiren itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIT. Menurut keterangan Nerius Tokoro, selaku pemilik rumah, peristiwa itu bermula anaknya yang sedang istirahat di kamar lantai dua, mencium bau asap dari dinding rumah. Anaknya bergegas turun ke lantai satu dan memanggil Nerius yang juga sedang istirahat di kamar lantai satu.
Romanus Sujatmiko menjelaskan bahwa mobil pemadam kebakaran yang ada di Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Merauke berbeda fungsi dengan mobil pemadam kebakaran yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Merauke, kendati sama-sama untuk memadamkan kebakaran.
Seorang saksi bernama Mayo Kadiwaru, mengatakan kebakaran disebabkan oleh kompor yang meledak ketika korban sedang memasak. “Ketika saya masuk untuk minum ke dalam rumah korban, tiba tiba korban berteriak minta tolong. Tolong, tolong ada kebakaran,” ucap Mayo menirukan ucapan korban saat kebakaran terjadi.
Seringnya terjadi kasus kebakaran yang terjadi di Kota Jayapura, yang kadangkala terjadi secara bersamaan atau bahkan beruntun, menjadi perhatian serius dari Pemkot Jayapura. Dimana dari aspirasi masyarakat dan juga tuntutan beban kerja dari Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) yang selama ini di bawah Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, kini telah resmi berubah menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sendiri, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Margareta V. Kirana mengatakan saat ini Damkar telah melakukan pendidikan kepada anak-anak usia dini, sehingga anak-anak bisa mengetahui apa tangung jawabnya sebagai masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar kota Jayapura, Margareta V. Kirana mengatakan dengan status kelembagaan yang ditingkatkan, Damkar Kota Jayapura kedepannya lebih memprioritaskan upaya-upaya pencegahan.
"Kami terima laporan dari warga sekitar pukul 20.39 WIT. Setelah melakukan validasi, saya perintahkan kepada semua unit yg ada pada 4 pos untuk melakukan operasi (pemadaman.red)," ungkap Kabid Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura, Margareta V. Kirana.
Kepala Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura, Margareta V. Kirana mengungkapkan meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat kebakaran yang melanda ruko kosong ini, menyebabkan kerugian sekira Rp 50 juta-Rp 100 juta.
Beruntung tidak lama berselang, bangunan yang terbuat dari kayu dan seng dengan luas kurang lebih 4x5 meter persegi itu berhasil dipadamkan kurang dari sejam. Api berhasil berhenti meluas hingga kerumah penduduk.
Untuk meminimalisir dan mengatasi jika terjadi kebakaran, maka BPBD Kabupaten Jayapura di tahun 2025 mengusulkan melakukan pengadaan 2 unit mobil Damkar dengan kapasitas 3000 liter, melalui sumber dana Otsus yang dianggarkan Rp 1,8 miliar per unit.
Setelah lakukan koodinasi, pihak unit Damkar dari Pos Heram langsung turun ke TKP, disusul unit dari Pos Abepura. Namun setibanya di TKP, warga setempat melarang Damkar Masuk ke lokasi, lantaran di lokasi kebakaran sedang ada keributan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura, Margareta V. Kirana mengaku menerima laporan dari masyarakat baik melalui telepon maupun pesan WA. Sesaat setelah terjadinya kebakaran itu. Merespon, laporan tersebut, pihaknya langsung menurunkan tim untuk turun ke lapangan.
Dari peristiwa tersebut, tidak memakan koban jiwa, namun kerugian ditaksir lebih dari Rp. 500 juta. "Selain bangunan, dan kayu yang tersimpan di gudang, juga surat perusahaan ikut terbakar," jelasnya.
Terlihat kepanikan sopir dan personel Damkar yang ketika itu sedang merekam proses perjalanan menuju TKP. Untungnya lemparan keras ini mengenai bagian bawah kaca sehingga tidak melukai petugas saat itu. Meski demikian dari video yang beredar justru membuat netizen mengecam aksi tindakan tak terpuji tersebut.
Kepala Bidang Damkar Kota Jayapura Margaretha V Kirana di Jayapura, belum lama ini mengatakan, upaya mitigasi bencana kebakaran melalui sistem proteksi itu dilakukan dengan pemeriksaan terhadap gedung sekolah, perusahaan warga dan rumah sakit benar-benar aman.
Tak hanya itu, Frans Pekey mengakui bahwa Pemkot masih membutuhkan sejumlah armada untuk menjawab maraknya kasus kebakaran di Kota Jayapura. Ia melihat kendala ini masih terjadi di lapangan dimana armada yang digunakan merupakan armada lama yang sepatutnya sudah dilakukan peremajaan.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Veronita S Kirana yang ikut ambil bagian menyampaikan bahwa dari apa yang sudah diletakkan atau dilakukan R.A Kartini yang berani menembus sekat dengan kondisi yang penuh keterbatasan menjadi satu semangat untuk menjawab tantangan diera sekarang. Jika dahulu ada sosok yang berani tampil meski masih sangat muda, maka dengan era yang semakin maju sepatutnya tantangan yang muncul juga bisa diatasi.
Initensitas atau kejadian kebakaran di Kota Jayapura memang tergolong cukup tinggi, sejak dari awal tahun 2024 ini. Oleh karena itu, pengalaman dari berbagai musibah kebakaran baik yang musibah maupun sengaja dilakukan pembakaran ini, diantisipasi betul oleh Bidang Pemadam Kebakaran Kota Jayapura.
Maksudnya disini adalah anak – anak usia dini ini lebih memahami bahaya api jika tidak bisa dikendalikan. Karenanya anak – anak diminta untuk tidak memainkan api jika tak mendapat pengawasan orang tua.
"Obat nyamuknya posisi di bawah meja baru di atas meja itu ada baju-baju, kain-kain, mungkin baju atau kain-kain yang jatuh kena obat nyamuk jadi dia terbakar sama baju dan meja disitu," jelasnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan dua rumah tersebut. Dari pantauan Cenderawasih Pos di TKP terlihat asap tebal pekat membumbung ke langit dan petugas dari pemadaman kebakaran (Damkar) terus berusaha memadamkan kobaran api.
Yang lagi marak adalah masalah kebakaran yang terbilang intensitasnya cukup tinggi. Pasalnya hampir setiap bulan ada saja bangunan yang terbakar. Untuk penanganannya jika akses bisa dijangkau tentu tidak susah, namun jika di lokasi padat penduduk ditambah dengan akses yang sempit plus warga yang datang hanya untuk menyaksikan dan membuat siaran langsung tentunya lebih menyulitkan petugas.
Dia mengatakan pembentukan Perda yang yang kemudian menjadi dasar untuk pemisahan unit pemadam kebakaran dari satuan polisi pamong praja menjadi Dinas Pemadam Kebakaran karena melihat kebutuhan dan urgenitas yang terjadi saat ini. Terutama jika dilihat Kota Jayapura yang saat ini sudah mengalami perkembangan pesat baik dalam pembangunan dan kotanya berkembang.
Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi, Dr Benhur Tomi Mano meminta agar pemerintah harus merespon kasus kebakaran tersebut secara serius. Salah satunya dengan mendorong peningkatan SMD Damkar Kota Jayapura.
Dari sejumlah kasus kebakaran yang terjadi, warga berharap peristiwa kebakaran ini jangan sampai terulang lagi. Palign tidak, bila terjadi kebakaran, diharapkan bisa cepat ditangani, sehingga api tidak merembet dan menimbulkan kerugian material yang lebih besar, apalagi jangan sampai ada korban jiwa.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Kampung Yoka Distrik Heram sedangkan satu kebkaran lainnya terjadi di Tasangka, tempatnya di belakang kantor RRI Jayapura di Distrik Jayapura Selatan.
Hal itu bertujuan untuk menekan angka kasus kebakaran di Kota Jayapura. Sebab Perda tentang Sistem Proteksi Kebakaran menekanakan setiap pelaku usaha wajib hukumnya menyediakan alat alat yang berkaitan dengan sistem proteksi kebakaran.
“Selalu kami ingatkan, waspada dan jangan ceroboh. Sebab yang namanya kebakaran sering menimbulkan rasa prihatin yang amat. Kan kasihan harta yang dikumpul puluhan tahun hilang dalam sekejap akibat kebakaran,” beber Kirana saat ditemui di Entrop, Selasa (12/11).
Hermes Felle menegaskan, Pemkab Jayapura harus secepatnya melakukan evaluasi terhadap kinerja Satpol PP Kabupaten Jayapura. Selama ini apa saja kendala yang dihadapi, supaya mereka dalam bekerja juga bisa lebih optimal dan punya rasa tanggung jawab penuh dalam menjaga sistim keamanan di lingkungan Kantor Pemkab Jayapura.