Antrean terjadi di enam SPBU yang menyediakan BBM bersubsidi. Warga harus antri berjam-jam untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Bahkan sopir truk yang menggunakan BBM jenis solar harus bermalam di SPBU untuk menunggu pengisian.
"Jika memang ada oknum yang melakukan penimbunan BBM, maka kami (komisi C) akan turun tangan atasi persoalan ini, apalagi jika oknumnya itu dari pihak SPBU, ujar Sujana kepada Wartawan, Selasa (15/11).
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, kepada wartawan membenarkan penangkapan 1 unit mobil pengetap BBM yang dilakukan oleh Kasat Lantas bersama anggotanya pada Selasa (8/11).
Di mana dalam kegiatan penertiban itu, berhasil diamankan 3 unit mobil yakni 1 unit mobil Ford Doubel Cabin warna putih, 1 unit mobil Mitsubishi kuda warna hitam dengan nomor polisi DS 1526 MB, dan 1 unit mobol Suzuki APV warna hitam dengan nomor polisi DS 1904 MB.
Saat itu rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota, Jhon Betaubun. Mereka menanyakan soal mengapa hingga kini persoalan antrian masih terjadi dan kedua terkait CSR yang diminta lebih memprioritaskan wilayah Jayapura karena kantor Pertamina berada di Jayapura.
Ini diungkap pihak kepolisian, dimana satu unit mobil modifikasi ditemukan dan kini berproses hukum. Polisi sendiri memastikan akan mengambil langkah - langkah melalui undang – undang terkait kasus ini.
Harga tiket pesawat juga tidak ada penyesuaian, karena sudah terjadi pada beberapa waktu lalu. GM Lion Air Group Jayapura, Agung Setya Wibowo menjelaskan, kenaikan BBM tidak mempengaruhi harga tiket, harga Avtur sudah ada kenaikan.
"Kalau dibilang berdampak sudah pasti bedampak, karena BBM ini sebagai penggerak utama untuk semua aktifitas masyarakat, tetapi mungkin dampak kenaikan BBM ini baru dirasakan mulai bulan Oktober mendatang," ujar Adriana Helena Carolina kepada wartawan di Hotel Suni Abepura, Rabu (14/9).
“Kita tahu di Papua banyak kebutuhan dan moda transportasi yang cukup jauh dan harus menggunakan pesawat,” kata Musa’ad saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Senin (5/9).
Diapun menambahkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM merupakan bentuk kompensasi terhadap kenaikan BBM karena jika dilihat dari program BLT BBM yang diberikan oleh pemerintah. Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat rentan, (pemasukan yang tidak stabil).