RUPS Bank Papua Bahas Kinerja 2025 dan Arah Strategis, Targetkan Jadi Regional Champion

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional dan sesuai regulasi agar kepercayaan publik tetap terjaga. Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, selaku pemegang saham Pengendali Mayoritas, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bank Papua merupakan simbol kedaulatan ekonomi masyarakat Papua. “Bank Papua harus tumbuh kuat dan menjadi regional champion,” tegasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan penilaian OJK, Bank Papua saat ini berada pada tingkat kesehatan komposit II atau kategori sehat, dengan kinerja intermediasi yang cukup baik. Dana pihak ketiga (DPK) menempati peringkat pertama di Tanah Papua dengan pangsa 34 persen, sementara penyaluran kredit berada di peringkat kedua dengan pangsa 20,35 persen. Namun demikian, ia mengakui bahwa porsi kredit produktif masih rendah, yakni berada di peringkat kelima dengan pangsa 6,13 persen. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius ke depan.

Baca Juga :  Jelang Nataru, 32 Kali Pasar Murah Digelar di Jayapura

Untuk itu, Fakhiri menetapkan lima arah strategis utama yang harus dijalankan Bank Papua, yaitu penguatan modal, transformasi digital dan ketahanan siber, penguatan DPK dan likuiditas, peningkatan kredit produktif dan inklusi keuangan, serta investasi sumber daya manusia khususnya Orang Asli Papua.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem teknologi informasi, termasuk perbaikan layanan digital seperti QRIS, serta peningkatan fraud detection system guna menjaga integritas operasional. “Kita ingin Bank Papua tumbuh tidak hanya cepat, tetapi juga kuat dan berkelanjutan. UMKM dan inklusi keuangan harus menjadi fokus utama,” ujarnya.

Gubernur turut meminta direksi untuk meningkatkan porsi kredit produktif, mempercepat transformasi digital, memperkuat manajemen risiko, serta menyempurnakan struktur organisasi dan tata kelola perusahaan. Kepada Dewan Komisaris, ia menekankan pentingnya fungsi pengawasan yang independen dan tegas dalam memastikan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Tahap 3 di Puncak Jaya  0,1 Persen

“Dengan dukungan seluruh pemegang saham dan penguatan internal perusahaan, Bank Papua diharapkan mampu terus berkembang dan menjadi bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia serta kebanggaan masyarakat Papua,” pungkas Fakhiri. (rel)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional dan sesuai regulasi agar kepercayaan publik tetap terjaga. Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, selaku pemegang saham Pengendali Mayoritas, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bank Papua merupakan simbol kedaulatan ekonomi masyarakat Papua. “Bank Papua harus tumbuh kuat dan menjadi regional champion,” tegasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan penilaian OJK, Bank Papua saat ini berada pada tingkat kesehatan komposit II atau kategori sehat, dengan kinerja intermediasi yang cukup baik. Dana pihak ketiga (DPK) menempati peringkat pertama di Tanah Papua dengan pangsa 34 persen, sementara penyaluran kredit berada di peringkat kedua dengan pangsa 20,35 persen. Namun demikian, ia mengakui bahwa porsi kredit produktif masih rendah, yakni berada di peringkat kelima dengan pangsa 6,13 persen. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius ke depan.

Baca Juga :  Pemkab Tolikara dan Bank Papua Jalin Kerja Sama Penyertaan Modal Daerah

Untuk itu, Fakhiri menetapkan lima arah strategis utama yang harus dijalankan Bank Papua, yaitu penguatan modal, transformasi digital dan ketahanan siber, penguatan DPK dan likuiditas, peningkatan kredit produktif dan inklusi keuangan, serta investasi sumber daya manusia khususnya Orang Asli Papua.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem teknologi informasi, termasuk perbaikan layanan digital seperti QRIS, serta peningkatan fraud detection system guna menjaga integritas operasional. “Kita ingin Bank Papua tumbuh tidak hanya cepat, tetapi juga kuat dan berkelanjutan. UMKM dan inklusi keuangan harus menjadi fokus utama,” ujarnya.

Gubernur turut meminta direksi untuk meningkatkan porsi kredit produktif, mempercepat transformasi digital, memperkuat manajemen risiko, serta menyempurnakan struktur organisasi dan tata kelola perusahaan. Kepada Dewan Komisaris, ia menekankan pentingnya fungsi pengawasan yang independen dan tegas dalam memastikan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Baca Juga :  Jangan Lengah Kendati Covid-19 Sudah Melandai

“Dengan dukungan seluruh pemegang saham dan penguatan internal perusahaan, Bank Papua diharapkan mampu terus berkembang dan menjadi bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia serta kebanggaan masyarakat Papua,” pungkas Fakhiri. (rel)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya