RUPS Bank Papua Bahas Kinerja 2025 dan Arah Strategis, Targetkan Jadi Regional Champion

RUPS tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan 60 tahun berdirinya Bank Papua yang jatuh pada 13 April 2026. Derek menyebut, struktur kepemilikan saham Bank Papua mencerminkan kekuatan kolektif seluruh wilayah di Tanah Papua, melibatkan enam pemerintah provinsi, 42 kabupaten, dan dua kota. “Ini adalah simbol persatuan dan komitmen bersama dalam membangun kemandirian ekonomi Papua,” ujarnya.

Di tengah tantangan yang ada, Bank Papua dinilai tetap menunjukkan kinerja yang positif. Tingkat kesehatan bank berada pada peringkat dua atau kategori sehat dengan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM). Laba dan dividen juga terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir, diikuti dengan penguatan total aset. Selain itu, Bank Papua tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tanah Papua berdasarkan rilis BPKP, sekaligus menjadi salah satu kontributor utama penerimaan negara di daerah.

Baca Juga :  Teken PKS Untuk Kelola RKUD dan Payroll Gaji

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris juga menyampaikan penghargaan kepada para pengurus yang akan mengakhiri masa jabatan pada 2026, di antaranya Komisaris Independen Nathanael D. Mandacan, almarhum Dortheis Sesa, Direktur Operasional Isak Samuel Wopari, serta Direktur Bisnis Sadar Sebayang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, selaku pemegang saham pengendali menegaskan peran strategis Bank Papua sebagai penggerak ekonomi daerah. “Bank Papua bukan hanya lembaga keuangan daerah, tetapi motor utama ekonomi di Tanah Papua. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat permodalan, konsolidasi transaksi keuangan daerah, serta transformasi guna meningkatkan daya saing,” katanya.

RUPS tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan 60 tahun berdirinya Bank Papua yang jatuh pada 13 April 2026. Derek menyebut, struktur kepemilikan saham Bank Papua mencerminkan kekuatan kolektif seluruh wilayah di Tanah Papua, melibatkan enam pemerintah provinsi, 42 kabupaten, dan dua kota. “Ini adalah simbol persatuan dan komitmen bersama dalam membangun kemandirian ekonomi Papua,” ujarnya.

Di tengah tantangan yang ada, Bank Papua dinilai tetap menunjukkan kinerja yang positif. Tingkat kesehatan bank berada pada peringkat dua atau kategori sehat dengan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM). Laba dan dividen juga terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir, diikuti dengan penguatan total aset. Selain itu, Bank Papua tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tanah Papua berdasarkan rilis BPKP, sekaligus menjadi salah satu kontributor utama penerimaan negara di daerah.

Baca Juga :  Bank Papua Gandeng STIE Port Numbay, Kerjasama Bisnis dan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris juga menyampaikan penghargaan kepada para pengurus yang akan mengakhiri masa jabatan pada 2026, di antaranya Komisaris Independen Nathanael D. Mandacan, almarhum Dortheis Sesa, Direktur Operasional Isak Samuel Wopari, serta Direktur Bisnis Sadar Sebayang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, selaku pemegang saham pengendali menegaskan peran strategis Bank Papua sebagai penggerak ekonomi daerah. “Bank Papua bukan hanya lembaga keuangan daerah, tetapi motor utama ekonomi di Tanah Papua. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat permodalan, konsolidasi transaksi keuangan daerah, serta transformasi guna meningkatkan daya saing,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya