Penggunaan Dot dan Empeng Perlu Dibatasi
Selain tidur menganga, penggunaan dot atau empeng yang terlalu lama juga dinilai dapat merusak posisi gigi anak. drg. Dhani mengatakan, kebiasaan menggigit dot terus-menerus dapat membuat susunan gigi menjadi tidak rata dan bergelombang, terutama pada bagian depan.
Karena itu, ia menyarankan agar penggunaan dot segera dihentikan setelah anak selesai menggunakannya dan tidak dibiarkan terus berada di dalam mulut.
“Efek yang paling sering muncul akibat penggunaan dot berlebihan adalah open bite atau gigi depan tidak tertutup,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk menghindari penggunaan empeng kosong berbahan karet karena dapat memicu kebiasaan mengisap yang berdampak buruk pada pertumbuhan rahang.
Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Untuk menjaga pertumbuhan gigi dan rahang anak tetap normal, drg. Dhani membagikan sejumlah tips sederhana kepada para orang tua.
Di antaranya membiasakan anak mengonsumsi makanan yang membutuhkan proses mengunyah, tidak terlalu cepat maupun terlambat mencabut gigi susu, serta lebih mengutamakan pemberian ASI dibanding penggunaan susu dot.
“Posisi lidah saat istirahat seharusnya berada di langit-langit mulut, bukan di bawah. Anak juga jangan dibiasakan tidur sambil menganga,” katanya.
Selain itu, kebiasaan mengisap jari, menggigit benda keras, hingga kebiasaan buruk lainnya juga perlu dihindari karena dapat memicu kelainan gigi dan rahang. “Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil perawatannya. Orang tua harus mulai memperhatikan kebiasaan kecil anak sejak dini,” tutupnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q