Bupati Gusbager Tekankan Kemandirian Daerah dan Transformasi Karakter ASN

“Orang Keerom harus duduk setara dengan orang lain. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan orang lain. Inilah perjuangan besar saya bersama dengan Bapak Wakil Bupati, DPRD, dan semua komponen,” pungkasnya.

Kemudian Gubernur Papua, yang diwakili oleh Plt Sekda Papua, Christian Sohilait dalam sambutannya menuturkan bahwa peringatan HUT Kabupaten Keerom bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah, sekaligus menjadi titik evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalamcmembangun Keerom yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Menurutnya, Kabupaten Keerom memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang menjadi beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan Keerom memiliki makna penting, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi kemajuan Provinsi Papua secara keseluruhan.

Baca Juga :  Pusatkan Upacara HUT ke-78 RI di 4 Wilayah Pembangunan

“Sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Papua, maka pembangunan di Kabupaten Keerom harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta menjaga harmoni sosial dan budaya yang menjadi kekuatan Papua,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Keerom untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda, agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

“Orang Keerom harus duduk setara dengan orang lain. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan orang lain. Inilah perjuangan besar saya bersama dengan Bapak Wakil Bupati, DPRD, dan semua komponen,” pungkasnya.

Kemudian Gubernur Papua, yang diwakili oleh Plt Sekda Papua, Christian Sohilait dalam sambutannya menuturkan bahwa peringatan HUT Kabupaten Keerom bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah, sekaligus menjadi titik evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalamcmembangun Keerom yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Menurutnya, Kabupaten Keerom memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang menjadi beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan Keerom memiliki makna penting, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi kemajuan Provinsi Papua secara keseluruhan.

Baca Juga :  Dana Desa Harus Dikelola Transparan dan Tepat Sasaran untuk Kesejahteraan

“Sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Papua, maka pembangunan di Kabupaten Keerom harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta menjaga harmoni sosial dan budaya yang menjadi kekuatan Papua,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Keerom untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda, agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya