Bupati Gusbager Tekankan Kemandirian Daerah dan Transformasi Karakter ASN

Namun, penguatan ini juga dibarengi dengan kebijakan evaluasi yang ketat. Bupati menyatakan tidak akan ragu untuk mencopot kepala sekolah maupun guru yang terbukti tidak aktif dalam menjalankan tugasnya. Hal serupa juga berlaku bagi aparat pemerintahan kampung yang dinilai tidak aktif dalam mengurus masyarakat dan tidak menjalankan amanah dengan baik.

Bupati Gusbager juga membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten Keerom tengah menginisiasi perluasan lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga. Pada tahun ini, beberapa program sektor pertanian yang akan dilaksanakan meliputi pembukaan lahan jagung skala luas, pencetakan sawah baru, budidaya kedelai dan rehabilitasi dan pengembangan lahan kakao.

Di sisi lain, Bupati Gusbager memberikan peringatan keras kepada generasi muda untuk menjauhi konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan ganja. Menurutnya, partisipasi pemuda dalam membangun negeri tidak akan maksimal jika mereka terjebak dalam masalah narkotika.

Baca Juga :  Keerom Luncurkan Layanan Kependudukan Berbasis Digital

Ia juga menjelaskan mengenai pelaksanaan upacara HUT di tingkat distrik, seperti yang dilakukan di Arso Timur. Menurutnya, hal ini bagian dari strategi afirmasi pemerintah. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap distrik mendapatkan perhatian pembangunan yang setara dan merasakan kehadiran pemerintah daerah.

Bupati Gusbager menyatakan bahwa sisa masa jabatannya akan digunakan untuk memantau langsung proses pembangunan di seluruh wilayah Keerom. Ia berjanji bahwa dalam dua tahun ke depan, masyarakat akan melihat perubahan fisik dan sosial yang signifikan serta merata di seluruh Kabupaten Keerom.

“Membangun Keerom adalah membangun dari yang tidak ada menjadi ada. Hal ini memerlukan percepatan dan pemerataan. Saya akan berkeliling untuk memastikan semua orang Keerom melihat perubahan yang cepat dan nyata,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang BTM, Vaksin Harus Ditingkatkan

Namun, penguatan ini juga dibarengi dengan kebijakan evaluasi yang ketat. Bupati menyatakan tidak akan ragu untuk mencopot kepala sekolah maupun guru yang terbukti tidak aktif dalam menjalankan tugasnya. Hal serupa juga berlaku bagi aparat pemerintahan kampung yang dinilai tidak aktif dalam mengurus masyarakat dan tidak menjalankan amanah dengan baik.

Bupati Gusbager juga membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten Keerom tengah menginisiasi perluasan lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga. Pada tahun ini, beberapa program sektor pertanian yang akan dilaksanakan meliputi pembukaan lahan jagung skala luas, pencetakan sawah baru, budidaya kedelai dan rehabilitasi dan pengembangan lahan kakao.

Di sisi lain, Bupati Gusbager memberikan peringatan keras kepada generasi muda untuk menjauhi konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan ganja. Menurutnya, partisipasi pemuda dalam membangun negeri tidak akan maksimal jika mereka terjebak dalam masalah narkotika.

Baca Juga :  Tidak Ada Pengamanan Khusus HUT RI

Ia juga menjelaskan mengenai pelaksanaan upacara HUT di tingkat distrik, seperti yang dilakukan di Arso Timur. Menurutnya, hal ini bagian dari strategi afirmasi pemerintah. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap distrik mendapatkan perhatian pembangunan yang setara dan merasakan kehadiran pemerintah daerah.

Bupati Gusbager menyatakan bahwa sisa masa jabatannya akan digunakan untuk memantau langsung proses pembangunan di seluruh wilayah Keerom. Ia berjanji bahwa dalam dua tahun ke depan, masyarakat akan melihat perubahan fisik dan sosial yang signifikan serta merata di seluruh Kabupaten Keerom.

“Membangun Keerom adalah membangun dari yang tidak ada menjadi ada. Hal ini memerlukan percepatan dan pemerataan. Saya akan berkeliling untuk memastikan semua orang Keerom melihat perubahan yang cepat dan nyata,” tegasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Serentak Kemenag Disambut Antusias Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya