Dan M dari kalimat Onomi adalah Managemen atau pengelolaan. “Kelamahan orang Papua dalam usaha adalah suka berjanji. Uang proyek belum cari tapi sudah berjanji. Ini juga tak lepas dari karakter yang memang suka berbagi apalagi dikaitkan dengan keluarga. Menurut saya sebaiknya ada angka yang memang disimpan dan jangan diganggu untuk kelanjutan sebuah usaha. Jangan semua diberi,” sarannya.
Dan huruf I terakhir adalah Integrity atau keselarasan jiwa. Jose mencontohkan perjuangan sebuat gang kecil di Jakarta Timur yang kemudian dikenal hingga ke luar negeri. Gang ini mampu menyulap gang kecil menjadi kawasan percontohan yang menyediakan semua kebutuhan sandang dan pangan. “Harusnya kita di Papua bisa lebih dari itu. Kita memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Potensi anak-anak muda yang juga tidak sedikit namun karena minim untuk kolaborasi akhirnya semua jalan sendiri-sendiri, bahkan jika ada yang sukses nanti yang lain ikut cerita-cerita,” bebernya.
Jose berharap istilah Onomi yang dibuatnya ini bisa menjadi catatan dan cermin untuk merubah diri, merubah lingkungan menjadi lebih baik. “Saya mempercayai dari kampung di pinggir danau ini satu saat akan berubah menjadi kampung yang maju dan memiliki karaker positif untuk memberi contoh kepada yang lain. Tapi sekali lagi semua harus diupayakan dan harus dimulai dengan sebuah komitmen untuk berubah tadi,” tutup Jose. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dan M dari kalimat Onomi adalah Managemen atau pengelolaan. “Kelamahan orang Papua dalam usaha adalah suka berjanji. Uang proyek belum cari tapi sudah berjanji. Ini juga tak lepas dari karakter yang memang suka berbagi apalagi dikaitkan dengan keluarga. Menurut saya sebaiknya ada angka yang memang disimpan dan jangan diganggu untuk kelanjutan sebuah usaha. Jangan semua diberi,” sarannya.
Dan huruf I terakhir adalah Integrity atau keselarasan jiwa. Jose mencontohkan perjuangan sebuat gang kecil di Jakarta Timur yang kemudian dikenal hingga ke luar negeri. Gang ini mampu menyulap gang kecil menjadi kawasan percontohan yang menyediakan semua kebutuhan sandang dan pangan. “Harusnya kita di Papua bisa lebih dari itu. Kita memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Potensi anak-anak muda yang juga tidak sedikit namun karena minim untuk kolaborasi akhirnya semua jalan sendiri-sendiri, bahkan jika ada yang sukses nanti yang lain ikut cerita-cerita,” bebernya.
Jose berharap istilah Onomi yang dibuatnya ini bisa menjadi catatan dan cermin untuk merubah diri, merubah lingkungan menjadi lebih baik. “Saya mempercayai dari kampung di pinggir danau ini satu saat akan berubah menjadi kampung yang maju dan memiliki karaker positif untuk memberi contoh kepada yang lain. Tapi sekali lagi semua harus diupayakan dan harus dimulai dengan sebuah komitmen untuk berubah tadi,” tutup Jose. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q