Monday, February 2, 2026
25.2 C
Jayapura

Kita Adalah Generasi Terakhir yang Bisa Melihat Kunang-Kunang, Benarkah?

Zat kimia tersebut tidak hanya membunuh serangga hama, tetapi juga memusnahkan larva kunang-kunang serta sumber makanan alami mereka di tanah dan air. Benarkah Kunang-Kunang Akan Punah?

Meski jumlahnya terus menurun, para ahli menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kunang-kunang akan punah dalam waktu dekat. Sebagian besar spesies masih dapat ditemukan di habitat alami yang relatif terjaga, seperti hutan, persawahan tradisional, dan kawasan pedesaan.

Artikel dari Kumparan menyebut bahwa klaim “generasi terakhir” lebih merupakan ekspresi emosional masyarakat urban yang jarang lagi melihat kunang-kunang, bukan kesimpulan ilmiah mutlak.

Agar generasi mendatang masih bisa menikmati cahaya magis kunang-kunang di malam hari, sejumlah langkah perlu dilakukan, antara lain: Mengurangi penggunaan lampu berlebihan di malam hari, Melindungi dan memulihkan habitat alami kunang-kunang, Mendorong pertanian ramah lingkungan tanpa pestisida berbahaya. Dengan upaya bersama, harapan untuk tetap menyaksikan kunang-kunang menari di kegelapan malam belum sepenuhnya padam. (*)

Baca Juga :  AHM Raih Penghargaan CSR Memelihara Lingkungan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Zat kimia tersebut tidak hanya membunuh serangga hama, tetapi juga memusnahkan larva kunang-kunang serta sumber makanan alami mereka di tanah dan air. Benarkah Kunang-Kunang Akan Punah?

Meski jumlahnya terus menurun, para ahli menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kunang-kunang akan punah dalam waktu dekat. Sebagian besar spesies masih dapat ditemukan di habitat alami yang relatif terjaga, seperti hutan, persawahan tradisional, dan kawasan pedesaan.

Artikel dari Kumparan menyebut bahwa klaim “generasi terakhir” lebih merupakan ekspresi emosional masyarakat urban yang jarang lagi melihat kunang-kunang, bukan kesimpulan ilmiah mutlak.

Agar generasi mendatang masih bisa menikmati cahaya magis kunang-kunang di malam hari, sejumlah langkah perlu dilakukan, antara lain: Mengurangi penggunaan lampu berlebihan di malam hari, Melindungi dan memulihkan habitat alami kunang-kunang, Mendorong pertanian ramah lingkungan tanpa pestisida berbahaya. Dengan upaya bersama, harapan untuk tetap menyaksikan kunang-kunang menari di kegelapan malam belum sepenuhnya padam. (*)

Baca Juga :  Sapi Kurban Pemprov Papua Disalurkan ke Tiga Titik

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya