MIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru (Miru) mulai menyasar lingkungan pendidikan dasar untuk menanamkan disiplin dan mencegah praktik perundungan (bullying) sejak dini. Langkah proaktif ini dilakukan Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Muhammad Iqbal Saleh, saat memimpin upacara bendera di SD Negeri Inpres IV Timika, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Senin (27/4).
Iptu Iqbal, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan bahwa karakter siswa harus dibentuk melalui disiplin positif dan keberanian memikul tanggung jawab. Di hadapan ratusan siswa serta Kepala Sekolah Simon Raba, ia menggarisbawahi pentingnya pengendalian diri sebagai fondasi meraih cita-cita.
Ia juga menyoroti perilaku agresif atau perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan menyakiti atau merendahkan sesama rekan sekolah dapat berdampak fatal bagi perkembangan mental korban maupun pelaku. Siswa diminta menjaga empati agar tidak melukai perasaan atau fisik orang lain.
“Disiplin yang didasarkan pada kesadaran diri sendiri sering disebut sebagai disiplin positif, yang menumbuhkan tanggung jawab jangka panjang dan juga harus berani mengakui kesalahan serta memperbaikinya,” tambahnya.
MIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru (Miru) mulai menyasar lingkungan pendidikan dasar untuk menanamkan disiplin dan mencegah praktik perundungan (bullying) sejak dini. Langkah proaktif ini dilakukan Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Muhammad Iqbal Saleh, saat memimpin upacara bendera di SD Negeri Inpres IV Timika, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Senin (27/4).
Iptu Iqbal, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan bahwa karakter siswa harus dibentuk melalui disiplin positif dan keberanian memikul tanggung jawab. Di hadapan ratusan siswa serta Kepala Sekolah Simon Raba, ia menggarisbawahi pentingnya pengendalian diri sebagai fondasi meraih cita-cita.
Ia juga menyoroti perilaku agresif atau perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan menyakiti atau merendahkan sesama rekan sekolah dapat berdampak fatal bagi perkembangan mental korban maupun pelaku. Siswa diminta menjaga empati agar tidak melukai perasaan atau fisik orang lain.
“Disiplin yang didasarkan pada kesadaran diri sendiri sering disebut sebagai disiplin positif, yang menumbuhkan tanggung jawab jangka panjang dan juga harus berani mengakui kesalahan serta memperbaikinya,” tambahnya.