Sunday, March 8, 2026
31.7 C
Jayapura

Masyarakat Diimbau Konsumsi Daging B2 Harus Dimasak Dengan Benar 

SENTANI – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Adorsina Wompere akui terkait dengan virus ASF yang menyerang ternak babi, untuk Kabupaten Jayapura sudah aman.

“Kita di Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus African Swine Fever (ASF), akan tetapi dari laporan terakhir yang kami terima ada beberapa ternak babi di Kota Jayapura yang mati serentak, kami harapkan masyarakat di Kabupaten Jayapura yang memiliki ternak babi tetap waspada,” katanya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

  Diakuinya, terkait dengan ternak babi yang terinfeksi virus ASF, jika dikonsumsi terlebih dahulu harus dimasak dengan benar, karena virus tersebut akan mati jika daging babi langsung dimasak dengan benar.

Baca Juga :  Bulan ini  Kontraktor Harus Selesaikan Pekerjaan

  “Yang kami imbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi jeroan dari B2, karena virus tersebut adanya di jeroan atau usus B2, kami harapkan para penjual daging babi dipasar juga lebih teliti, tidak mengambil B2 dari luar Kabupaten Jayapura untuk sementara,” terangnya.

  Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai virus tersebut kembali menyerang ternak babi yang ada di Kabupaten Jayapura.

  “Tetapi untuk Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus ASF, bahkan kami juga telah mengambil sampel daging babi dipasaran untuk diuji leb, untuk memastikan kemanan daging babi yang dijual dipasaran,” pungkasnya. (ana)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Selamat Hari Ibu 2025: Ucapan, Pesan, dan Status Media Sosial yang Tulus

SENTANI – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Adorsina Wompere akui terkait dengan virus ASF yang menyerang ternak babi, untuk Kabupaten Jayapura sudah aman.

“Kita di Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus African Swine Fever (ASF), akan tetapi dari laporan terakhir yang kami terima ada beberapa ternak babi di Kota Jayapura yang mati serentak, kami harapkan masyarakat di Kabupaten Jayapura yang memiliki ternak babi tetap waspada,” katanya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

  Diakuinya, terkait dengan ternak babi yang terinfeksi virus ASF, jika dikonsumsi terlebih dahulu harus dimasak dengan benar, karena virus tersebut akan mati jika daging babi langsung dimasak dengan benar.

Baca Juga :  Prabowo Diyakini Masuk dalam Daftar 10 Pemimpin Paling Berpengaruh di Dunia

  “Yang kami imbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi jeroan dari B2, karena virus tersebut adanya di jeroan atau usus B2, kami harapkan para penjual daging babi dipasar juga lebih teliti, tidak mengambil B2 dari luar Kabupaten Jayapura untuk sementara,” terangnya.

  Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai virus tersebut kembali menyerang ternak babi yang ada di Kabupaten Jayapura.

  “Tetapi untuk Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus ASF, bahkan kami juga telah mengambil sampel daging babi dipasaran untuk diuji leb, untuk memastikan kemanan daging babi yang dijual dipasaran,” pungkasnya. (ana)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Mahasiswa Kini Tak Diwajibkan Membuat Skripsi hingga Disertasi untuk Lulus

Berita Terbaru

Artikel Lainnya