Sunday, March 15, 2026
24.7 C
Jayapura

Sertifikat Juara Lomba Bidang Seni Bisa Jadi Nilai Tambah Saat SPMB

Minhajul juga menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai Matematika yang tinggi, seperti 8, 9, atau 10, atau nilai IPA dengan angka yang sama. Dia menyatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka tidak unggul di bidang akademik.

“Tidak usah khawatir, mungkin anak-anak ini punya potensi lain yang bisa dikembangkan. Seperti misalnya melalui bakat, minat di bidang seni, kepemimpinan, atau lainnya,” tambahnya. Dia juga membahas tentang teori yang menunjukkan bahwa hal-hal yang dapat membawa seseorang menuju kesuksesan di masa depan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik. Menurutnya, kontribusi kemampuan akademik hanya sekitar 20 persen.

Baca Juga :  UKS/M Biak Jadi Pilot Project Nasional: Garda Terdepan Program MBG

“Apa 80 persennya? 80 persennya adalah bagaimana anak-anak mempunyai karakter, keberanian, dan jiwa kerja sama, di samping kemampuan akademik tadi,” jelasnya. Dengan demikian, Minhajul menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terus berupaya menyelenggarakan kegiatan yang mendukung peningkatan dan pengembangan soft skill serta karakter peserta didik, termasuk ajang Creative Family Award (CFA).

Sebagai informasi, CFA 2024/2025 telah berlangsung dengan tema Art Alive. Setelah melalui proses yang panjang, Faber-Castell mengumumkan lima pemenang nasional dari lomba yang menawarkan hadiah utama berupa wisata ke Malaysia. Kelima anak tersebut berasal dari berbagai latar belakang sekolah dan kota, termasuk Hafiza Khaira Nuril Huda dari SDN Jember Kidul 04, Jember, Jawa Timur.

Baca Juga :  Gramedia Hadirkan Program Back to School

Minhajul juga menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai Matematika yang tinggi, seperti 8, 9, atau 10, atau nilai IPA dengan angka yang sama. Dia menyatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka tidak unggul di bidang akademik.

“Tidak usah khawatir, mungkin anak-anak ini punya potensi lain yang bisa dikembangkan. Seperti misalnya melalui bakat, minat di bidang seni, kepemimpinan, atau lainnya,” tambahnya. Dia juga membahas tentang teori yang menunjukkan bahwa hal-hal yang dapat membawa seseorang menuju kesuksesan di masa depan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik. Menurutnya, kontribusi kemampuan akademik hanya sekitar 20 persen.

Baca Juga :  Presiden Ungkap Alasan Ibu Kota Negara Harus Pindah Dari Jakarta ke Kalimantan

“Apa 80 persennya? 80 persennya adalah bagaimana anak-anak mempunyai karakter, keberanian, dan jiwa kerja sama, di samping kemampuan akademik tadi,” jelasnya. Dengan demikian, Minhajul menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terus berupaya menyelenggarakan kegiatan yang mendukung peningkatan dan pengembangan soft skill serta karakter peserta didik, termasuk ajang Creative Family Award (CFA).

Sebagai informasi, CFA 2024/2025 telah berlangsung dengan tema Art Alive. Setelah melalui proses yang panjang, Faber-Castell mengumumkan lima pemenang nasional dari lomba yang menawarkan hadiah utama berupa wisata ke Malaysia. Kelima anak tersebut berasal dari berbagai latar belakang sekolah dan kota, termasuk Hafiza Khaira Nuril Huda dari SDN Jember Kidul 04, Jember, Jawa Timur.

Baca Juga :  Polantas Sudah Harus Ubah Sistem Kerja Menyesuaikan Zaman

Berita Terbaru

Artikel Lainnya