Dapat Kiriman Bangkai Kepala Anjing

Setelah itu, pada Jumat (13/3) paket COD pertama datang. Lantaran keluarga Palti tidak pernah memesan dan Palti juga tidak pernah mengirim paket tersebut, maka paket itu ditolak, tidak dibuka dan langsung dikembalikan. Kemudian, Sabtu (14/3) paket COD kedua datang. Paket itu dikirim menggunakan nama almarhum ayahanda Palti dari alamat di Jakarta.”Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan,” ujarnya.

Kemarin, kembali datang paket. Namun kali ini tidak dikirim lewat COD. Kiriman itu dilemparkan ke pekarangan rumah orang tua Palti. Selain paket berisi bangkai kepala anjing tersebut, Palti mengaku sempat menerima kiriman beberapa meme bernada intimidatif ke nomor WhatsApp-nya. Atas teror tersebut, Wiradarma mengutuk keras.

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Tegaskan Larangan Berbisnis bagi Prajurit TNI Aktif

”Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya, juga pada kasus-kasus intimidasi dan teror sebelumnya,” kata dia.

Kasus yang dia maksud terkait dengan peristiwa pelemparan bom molotov terhadap kendaraan milik Risman Lase di Sibolga. Kemudian penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang sehari-hari bertugas sebagai wakil Koordinator KontraS. Selain itu, teror kepada DK Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo dan kasus-kasus lain yang belum diungkap. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Bukan Anies Baswedan, PKS Usung Sohibul Iman

Setelah itu, pada Jumat (13/3) paket COD pertama datang. Lantaran keluarga Palti tidak pernah memesan dan Palti juga tidak pernah mengirim paket tersebut, maka paket itu ditolak, tidak dibuka dan langsung dikembalikan. Kemudian, Sabtu (14/3) paket COD kedua datang. Paket itu dikirim menggunakan nama almarhum ayahanda Palti dari alamat di Jakarta.”Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan,” ujarnya.

Kemarin, kembali datang paket. Namun kali ini tidak dikirim lewat COD. Kiriman itu dilemparkan ke pekarangan rumah orang tua Palti. Selain paket berisi bangkai kepala anjing tersebut, Palti mengaku sempat menerima kiriman beberapa meme bernada intimidatif ke nomor WhatsApp-nya. Atas teror tersebut, Wiradarma mengutuk keras.

Baca Juga :  Tujuh Bacalon Gubernur Papua Selatan Daftar ke  Partai Gerindra

”Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya, juga pada kasus-kasus intimidasi dan teror sebelumnya,” kata dia.

Kasus yang dia maksud terkait dengan peristiwa pelemparan bom molotov terhadap kendaraan milik Risman Lase di Sibolga. Kemudian penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang sehari-hari bertugas sebagai wakil Koordinator KontraS. Selain itu, teror kepada DK Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo dan kasus-kasus lain yang belum diungkap. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Tersangka Sudah Dua Kali Beli Ganja di PNG   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya