MALANG – Isu miring mengenai ketahanan fiskal Indonesia sempat memicu kekhawatiran publik dalam beberapa pekan terakhir. Kabar buruk yang menyebutkan bahwa posisi kas negara hanya cukup untuk membiayai pengeluaran selama dua minggu menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa segera merespons narasi negatif tersebut dengan memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi saldo anggaran negara. Beliau menegaskan bahwa kabar yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp10 triliun merupakan kekeliruan data yang sangat besar. Purbaya mengklarifikasi bahwa Rp10 triliun tersebut hanyalah bagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang terparkir di Bank Indonesia.
Secara keseluruhan, pemerintah memiliki “bantalan” fiskal atau saldo cadangan yang mencapai Rp420 triliun untuk mengamankan belanja negara. Dari total dana tersebut, sebanyak Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan dalam bentuk deposito on call yang siap ditarik sewaktu-waktu.
MALANG – Isu miring mengenai ketahanan fiskal Indonesia sempat memicu kekhawatiran publik dalam beberapa pekan terakhir. Kabar buruk yang menyebutkan bahwa posisi kas negara hanya cukup untuk membiayai pengeluaran selama dua minggu menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa segera merespons narasi negatif tersebut dengan memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi saldo anggaran negara. Beliau menegaskan bahwa kabar yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp10 triliun merupakan kekeliruan data yang sangat besar. Purbaya mengklarifikasi bahwa Rp10 triliun tersebut hanyalah bagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang terparkir di Bank Indonesia.
Secara keseluruhan, pemerintah memiliki “bantalan” fiskal atau saldo cadangan yang mencapai Rp420 triliun untuk mengamankan belanja negara. Dari total dana tersebut, sebanyak Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan dalam bentuk deposito on call yang siap ditarik sewaktu-waktu.