Friday, April 4, 2025
31.7 C
Jayapura

Pakai Metode Gasing, Untuk Siswa dan Guru Madrasah

Prof Yo bersyukur bisa bekerjasama dengan Kemenag. “Intinya kami membawa konsep bahagia dalam belajar,” katanya. Dia menuturkan banyak guru matematika yang semula dicap sebagai guru killer oleh murid-muridnya. Setelah mengikuti pelatihan metode Gasing, menjadi guru matematika yang selalu senyum di depan muridnya.

Dia mengatakan pelatihan metode Gasing dijalankan selama dua pekan. Prof Yo menegaskan metode Gasing tidak hanya digunakan untuk belajar matematika. Tetapi juga untuk pelajaran lain seperti IPS atau pendidikan agama.

Untuk diketahui metode Gasing adalah metode belajar matematika yang dikembangkan Prof Yo selama 20 tahun terakhir. Metode ini mengutamakan mengasah 8C yaitu character, critical thinking, creativity, communication, collaboration, computional logic, compassion, dan culture yang menyenangkan dalam pendidikan siswa.

Baca Juga :  130 Guru Honor Terima SK P3K

Materi yang ditawarkan adalah pengenalan bilangan, penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian. Materi tersebut diterapkan dan diajarkan dengan prinsip gampang dimengerti, gampang dipelajari, gampang diajarkan, gampang direplikasi, menyenangkan, asyik dan bahagia.

Prof Yo juga mengaku metode Gasing ini sudah mulai dilirik oleh negara Uni Emirat Arab. Pelatihan metode ini, kata dia, dinilai sangat efektif dan efisien, karena hanya memakan dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada anak yang sama sekali tidak bisa matematika hingga jago matematika.

Setelah Launching Program Madrasah Pandai Berhitung ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bekerjasama dengan Gasing Akademi akan melakukan coaching (pelatihan) pembelajaran matematika dengan metode Gasing untuk 50 guru dan 150 siswa-siswi Madrasah (kelas 3, 4, 5, dan 6). (wan)

Baca Juga :  Kuota Haji Indonesia 100.051 Jamaah

Prof Yo bersyukur bisa bekerjasama dengan Kemenag. “Intinya kami membawa konsep bahagia dalam belajar,” katanya. Dia menuturkan banyak guru matematika yang semula dicap sebagai guru killer oleh murid-muridnya. Setelah mengikuti pelatihan metode Gasing, menjadi guru matematika yang selalu senyum di depan muridnya.

Dia mengatakan pelatihan metode Gasing dijalankan selama dua pekan. Prof Yo menegaskan metode Gasing tidak hanya digunakan untuk belajar matematika. Tetapi juga untuk pelajaran lain seperti IPS atau pendidikan agama.

Untuk diketahui metode Gasing adalah metode belajar matematika yang dikembangkan Prof Yo selama 20 tahun terakhir. Metode ini mengutamakan mengasah 8C yaitu character, critical thinking, creativity, communication, collaboration, computional logic, compassion, dan culture yang menyenangkan dalam pendidikan siswa.

Baca Juga :  Guru dan Kepsek Tak Ditempat Tugas, Disdik akan Tahan Gaji

Materi yang ditawarkan adalah pengenalan bilangan, penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian. Materi tersebut diterapkan dan diajarkan dengan prinsip gampang dimengerti, gampang dipelajari, gampang diajarkan, gampang direplikasi, menyenangkan, asyik dan bahagia.

Prof Yo juga mengaku metode Gasing ini sudah mulai dilirik oleh negara Uni Emirat Arab. Pelatihan metode ini, kata dia, dinilai sangat efektif dan efisien, karena hanya memakan dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada anak yang sama sekali tidak bisa matematika hingga jago matematika.

Setelah Launching Program Madrasah Pandai Berhitung ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bekerjasama dengan Gasing Akademi akan melakukan coaching (pelatihan) pembelajaran matematika dengan metode Gasing untuk 50 guru dan 150 siswa-siswi Madrasah (kelas 3, 4, 5, dan 6). (wan)

Baca Juga :  Garuda Dapat Suntikan Modal Rp 7,5 Triliun

Berita Terbaru

Artikel Lainnya