Guru Honorer 2027 Masih Jadi Sorotan, DPR Dorong Pengangkatan ASN Bertahap

“Jujur waktu membaca rumor tersebut atau wacana tersebut jujur sedih karena passion saya ketika saya mengajar di sini saya menemukan bahwa passion saya termasuk mengajar,” ujarnya.

Dia juga berharap tetap dapat bertemu dan mendampingi para siswa hingga mereka sukses. Karena itu, kemungkinan tidak bisa mengajar lagi pada 2027 menjadi kekhawatiran tersendiri.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan sejumlah guru honorer di Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka mengaku hanya bisa menunggu keputusan pemerintah terkait keberlanjutan pekerjaan setelah 31 Desember 2026. Para guru juga menilai sekolah dapat mengalami kekurangan tenaga pendidik apabila tidak ada skema lanjutan untuk guru non ASN. Di tengah persoalan tersebut, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsu Rijal mendorong pemerintah mengangkat guru honorer menjadi ASN secara bertahap.

Baca Juga :  Pembeli Daging Sapi Mulai Ramai, Stok Aman

Guru yang telah lama mengabdi dan memiliki sertifikasi dinilai dapat dipertimbangkan untuk pengangkatan langsung. Sementara guru yang masih baru dapat mengikuti proses seleksi.Cucun menilai kebutuhan guru saat ini sudah berada dalam kondisi darurat.

Namun, persoalan pembiayaan menjadi tantangan karena sejumlah daerah disebut tidak memiliki kemampuan anggaran untuk membayar gaji PPPK.”Ingin usulkan ya karena sekarang ini kan sudah darurat guru. Diangkatlah menjadi ASN, menjadi PNS,” kata Cucun. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Jujur waktu membaca rumor tersebut atau wacana tersebut jujur sedih karena passion saya ketika saya mengajar di sini saya menemukan bahwa passion saya termasuk mengajar,” ujarnya.

Dia juga berharap tetap dapat bertemu dan mendampingi para siswa hingga mereka sukses. Karena itu, kemungkinan tidak bisa mengajar lagi pada 2027 menjadi kekhawatiran tersendiri.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan sejumlah guru honorer di Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka mengaku hanya bisa menunggu keputusan pemerintah terkait keberlanjutan pekerjaan setelah 31 Desember 2026. Para guru juga menilai sekolah dapat mengalami kekurangan tenaga pendidik apabila tidak ada skema lanjutan untuk guru non ASN. Di tengah persoalan tersebut, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsu Rijal mendorong pemerintah mengangkat guru honorer menjadi ASN secara bertahap.

Baca Juga :  Disdik dan Balai Bahasa  Gelar Festival Bahasa Tobati

Guru yang telah lama mengabdi dan memiliki sertifikasi dinilai dapat dipertimbangkan untuk pengangkatan langsung. Sementara guru yang masih baru dapat mengikuti proses seleksi.Cucun menilai kebutuhan guru saat ini sudah berada dalam kondisi darurat.

Namun, persoalan pembiayaan menjadi tantangan karena sejumlah daerah disebut tidak memiliki kemampuan anggaran untuk membayar gaji PPPK.”Ingin usulkan ya karena sekarang ini kan sudah darurat guru. Diangkatlah menjadi ASN, menjadi PNS,” kata Cucun. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya