Lebih jauh, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak membuat kinerja jurnalistik kehilangan peran sentralnya dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti.
“Jadi kita tidak terserap habis ke dalam Artificial Intelligence ini, tapi kita mengambil jarak, membuatnya sebagai tools untuk membantu pekerjaan-pekerjaan kita,” ucap Nezar.
Lebih lanjut, Nezar menekankan pentingnya keterampilan verifikasi dalam dunia jurnalisme profesional. Kemampuan tersebut menjadi pembeda utama antara produk jurnalistik yang dikerjakan manusia dengan konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh generative AI.
“Demikian juga di dunia jurnalisme saya kira keterampilan verifikasi yang dimiliki oleh jurnalisme ya, oleh para jurnalis yang terlatih dalam jurnalisme yang profesional, nah ini penting sekali karena AI tidak akan melakukan verifikasi kalau Anda tidak memintanya. Nah, jadi insting untuk melakukan verifikasi, ini saya kira yang membedakan produk-produk jurnalisme yang dibuat oleh generative AI dengan produk-produk yang dikendalikan secara penuh oleh manusia,” pungkasnya. (*/jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Lebih jauh, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak membuat kinerja jurnalistik kehilangan peran sentralnya dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti.
“Jadi kita tidak terserap habis ke dalam Artificial Intelligence ini, tapi kita mengambil jarak, membuatnya sebagai tools untuk membantu pekerjaan-pekerjaan kita,” ucap Nezar.
Lebih lanjut, Nezar menekankan pentingnya keterampilan verifikasi dalam dunia jurnalisme profesional. Kemampuan tersebut menjadi pembeda utama antara produk jurnalistik yang dikerjakan manusia dengan konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh generative AI.
“Demikian juga di dunia jurnalisme saya kira keterampilan verifikasi yang dimiliki oleh jurnalisme ya, oleh para jurnalis yang terlatih dalam jurnalisme yang profesional, nah ini penting sekali karena AI tidak akan melakukan verifikasi kalau Anda tidak memintanya. Nah, jadi insting untuk melakukan verifikasi, ini saya kira yang membedakan produk-produk jurnalisme yang dibuat oleh generative AI dengan produk-produk yang dikendalikan secara penuh oleh manusia,” pungkasnya. (*/jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q