Monday, February 9, 2026
25.6 C
Jayapura

Tekankan Disrupsi Teknologi Tak Kaburkan Nilai Akurasi terhadap Jurnalistik

Lebih jauh, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak membuat kinerja jurnalistik kehilangan peran sentralnya dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti.

“Jadi kita tidak terserap habis ke dalam Artificial Intelligence ini, tapi kita mengambil jarak, membuatnya sebagai tools untuk membantu pekerjaan-pekerjaan kita,” ucap Nezar.

Lebih lanjut, Nezar menekankan pentingnya keterampilan verifikasi dalam dunia jurnalisme profesional. Kemampuan tersebut menjadi pembeda utama antara produk jurnalistik yang dikerjakan manusia dengan konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh generative AI.

“Demikian juga di dunia jurnalisme saya kira keterampilan verifikasi yang dimiliki oleh jurnalisme ya, oleh para jurnalis yang terlatih dalam jurnalisme yang profesional, nah ini penting sekali karena AI tidak akan melakukan verifikasi kalau Anda tidak memintanya. Nah, jadi insting untuk melakukan verifikasi, ini saya kira yang membedakan produk-produk jurnalisme yang dibuat oleh generative AI dengan produk-produk yang dikendalikan secara penuh oleh manusia,” pungkasnya. (*/jawapos)

Baca Juga :  Jurnalis Harus Memiliki Daya Pikir yang Kiritis.

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Lebih jauh, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak membuat kinerja jurnalistik kehilangan peran sentralnya dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti.

“Jadi kita tidak terserap habis ke dalam Artificial Intelligence ini, tapi kita mengambil jarak, membuatnya sebagai tools untuk membantu pekerjaan-pekerjaan kita,” ucap Nezar.

Lebih lanjut, Nezar menekankan pentingnya keterampilan verifikasi dalam dunia jurnalisme profesional. Kemampuan tersebut menjadi pembeda utama antara produk jurnalistik yang dikerjakan manusia dengan konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh generative AI.

“Demikian juga di dunia jurnalisme saya kira keterampilan verifikasi yang dimiliki oleh jurnalisme ya, oleh para jurnalis yang terlatih dalam jurnalisme yang profesional, nah ini penting sekali karena AI tidak akan melakukan verifikasi kalau Anda tidak memintanya. Nah, jadi insting untuk melakukan verifikasi, ini saya kira yang membedakan produk-produk jurnalisme yang dibuat oleh generative AI dengan produk-produk yang dikendalikan secara penuh oleh manusia,” pungkasnya. (*/jawapos)

Baca Juga :  Wamenkomdigi: Jurnalisme Berkualitas Salah Satu Elemen Penting

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya