Friday, January 16, 2026
25.5 C
Jayapura

Waspada Masuknya Superflu

Gejala superflu
Secara klinis, gejala superflu atau influenza A varian H3N2 subklade K ini identik dengan flu pada umumnya, meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, pilek, hingga tubuh terasa lemas. Namun, perlu diketahui bahwa dokter tidak dapat membedakan varian ini hanya melalui pemeriksaan fisik biasa karena kemiripan gejalanya.

Meskipun influenza dapat dideteksi melalui rapid test atau swab, identifikasi spesifik untuk varian superflu ini memerlukan metode genome sequencing di laboratorium tingkat lanjut. Selain itu, infeksi ini juga berpotensi menimbulkan keparahan serius pada kelompok rentan, yaitu: Anak balita dan lansia. Penderita penyakit kronis (komorbid), seperti penyakit jantung bawaan atau gangguan kardiovaskular

Baca Juga :  TNI AU Pastikan Dua Pesawat Tempur Tucano yang Jatuh di Pasuruan Layak Terbang

Pasien kanker atau mereka yang mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan) Di samping hal tersebut, penularan virus ini juga meningkat di lingkungan yang padat penduduk serta pada individu dengan kebersihan diri yang buruk. Kemudian, mereka yang memiliki sistem imun lemah pun sangat rentan terinfeksi.

Karenanya, langkah pencegahan menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko penyebaran yang lebih luas di masyarakat. Dr. Nastiti juga menekankan bahwa imunisasi tahunan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan. Selain itu, masyarakat perlu mengutamakan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat sedang flu atau batuk, dan pola makan yang teratur. (*/ANTARA)

Baca Juga :  Penggunaan Daun Bungkus Miliki Banyak Resiko

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Gejala superflu
Secara klinis, gejala superflu atau influenza A varian H3N2 subklade K ini identik dengan flu pada umumnya, meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, pilek, hingga tubuh terasa lemas. Namun, perlu diketahui bahwa dokter tidak dapat membedakan varian ini hanya melalui pemeriksaan fisik biasa karena kemiripan gejalanya.

Meskipun influenza dapat dideteksi melalui rapid test atau swab, identifikasi spesifik untuk varian superflu ini memerlukan metode genome sequencing di laboratorium tingkat lanjut. Selain itu, infeksi ini juga berpotensi menimbulkan keparahan serius pada kelompok rentan, yaitu: Anak balita dan lansia. Penderita penyakit kronis (komorbid), seperti penyakit jantung bawaan atau gangguan kardiovaskular

Baca Juga :  Beri Perlindungan, Aparat Kampung Akan Didaftarkan Jadi Peserta BPJS 

Pasien kanker atau mereka yang mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan) Di samping hal tersebut, penularan virus ini juga meningkat di lingkungan yang padat penduduk serta pada individu dengan kebersihan diri yang buruk. Kemudian, mereka yang memiliki sistem imun lemah pun sangat rentan terinfeksi.

Karenanya, langkah pencegahan menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko penyebaran yang lebih luas di masyarakat. Dr. Nastiti juga menekankan bahwa imunisasi tahunan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan. Selain itu, masyarakat perlu mengutamakan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat sedang flu atau batuk, dan pola makan yang teratur. (*/ANTARA)

Baca Juga :  Motif Penembakan Brigadir Yosua Multitafsir

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya