Ada Jamaah yang Tertinggal di Makkah Sakit dan Wafat

SURABAYA– Jemaah dan petugas haji kloter 1 asal Probolinggo yang berjumlah 378 tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Senin (1/6) malam. Namun masih ada jemaah dari kloter 1 yang tertinggal karena mengalami sakit dan dirawat di RS Al Noor Makkah. Satu jemaah wafat saat ibadah haji. Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan jemaah haji kloter 1 masih ada yang tertinggal di rumah sakit Al Noor Makkah karena mengalami otot jantung melemah (hearth failure) sehingga harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

“Ada satu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Makkah dari kloter 1 Probolinggo. Kami akan terus pantau perkembangannya. Jika memungkinkan dan sehat akan kami pulangkan dengan kloter selanjutnya,” tuturnya. Selain sakit, Anam juga menyebut ada jemaah yang wafat di kloter 1 dengan usia 64 tahun akibat komplikasi. Pihak pemerintah sudah membadalkan haji dan untuk jemaah yang wafat juga akan mendapatkan asuransi kematian setarah BPIH atau sekitar Rp 87 juta.

Baca Juga :  UU Ibadah Haji dan Umrah Direvisi, Pelayanan Jemaah Haji Tak Maksimal

“Selain sakit kloter 1 ada yang wafat kita doakan semoga khusnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan. Kami juga penuhi hak-hak jemaah yang wafat di tanah suci,” jelasnya. Baca Juga: Pangkas Waktu dari 3 Jam Jadi 40 Menit, Teknologi Pemindai Iris Mata Ini Mudahkan Jemaah Haji Surabaya

Secara keseluruhan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang wafat 34 orang di tanah suci. Anam menyebut haji tahun ini lebih baik dari sisi kesehatan seperti pasca Armuzna hanya wafat 4 orang, sedangkan untuk tahun 2025 yang wafat 49 orang. “Secara data haji 2026 jauh lebih baik daripada haji tahun sebelumnya,” tegas Anam. Sementara itu berdasarkan data PPIH Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan jumlah jamaah wafat terbanyak, yakni sebanyak 4 orang.

Baca Juga :  Kunjungi 30 Asrama dan Panti Asuhan, Wali Kota Salurkan Bantuan Natal

SURABAYA– Jemaah dan petugas haji kloter 1 asal Probolinggo yang berjumlah 378 tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Senin (1/6) malam. Namun masih ada jemaah dari kloter 1 yang tertinggal karena mengalami sakit dan dirawat di RS Al Noor Makkah. Satu jemaah wafat saat ibadah haji. Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan jemaah haji kloter 1 masih ada yang tertinggal di rumah sakit Al Noor Makkah karena mengalami otot jantung melemah (hearth failure) sehingga harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

“Ada satu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Makkah dari kloter 1 Probolinggo. Kami akan terus pantau perkembangannya. Jika memungkinkan dan sehat akan kami pulangkan dengan kloter selanjutnya,” tuturnya. Selain sakit, Anam juga menyebut ada jemaah yang wafat di kloter 1 dengan usia 64 tahun akibat komplikasi. Pihak pemerintah sudah membadalkan haji dan untuk jemaah yang wafat juga akan mendapatkan asuransi kematian setarah BPIH atau sekitar Rp 87 juta.

Baca Juga :  Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 5 Persen di 2026

“Selain sakit kloter 1 ada yang wafat kita doakan semoga khusnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan. Kami juga penuhi hak-hak jemaah yang wafat di tanah suci,” jelasnya. Baca Juga: Pangkas Waktu dari 3 Jam Jadi 40 Menit, Teknologi Pemindai Iris Mata Ini Mudahkan Jemaah Haji Surabaya

Secara keseluruhan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang wafat 34 orang di tanah suci. Anam menyebut haji tahun ini lebih baik dari sisi kesehatan seperti pasca Armuzna hanya wafat 4 orang, sedangkan untuk tahun 2025 yang wafat 49 orang. “Secara data haji 2026 jauh lebih baik daripada haji tahun sebelumnya,” tegas Anam. Sementara itu berdasarkan data PPIH Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan jumlah jamaah wafat terbanyak, yakni sebanyak 4 orang.

Baca Juga :  Jadi Anggota DPR Termuda, Ngaku Terjun ke Politik karena Terinspirasi Sang Ayah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya