Wednesday, April 17, 2024
25.7 C
Jayapura

Mantan Ajudan Jokowi Bakal Dilantik Jadi KSAU

Wajib Tingkatkan Kesiapan Personel dan Alutsista Secara Signifikan

JAKARTA – Marsekal Madya TNI Tonny Harjono bakal menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Kepastian itu diperoleh setelah Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden tentang pergantian KSAU.

Agenda serah terima jabatan KSAU pun sudah disiapkan oleh Mabes TNI AU untuk dilaksanakan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis pekan ini (4/4).

Meski begitu, Tonny meminta semua pihak untuk sabar menunggu pengumuman resmi. Dia mengaku belum tahu soal keppres penggantian KSAU. ”Mohon doa restunya, Saya malah belum tahu,” ungkap dia saat ditanya oleh awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin (2/4).

Tonny merupakan perwira tinggi bintang tiga TNI AU yang kini bertuga sebagai panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II.

Baca Juga :  Jokowi: Jangan Ada yang Mencoba-coba untuk Mengintervensi Pemilu

Namanya memang masuk dalam bursa pengganti Fadjar. Selain berpengalaman sebagai penerbang tempur, Tonny pernah bertugas di dekat Presiden Joko Widodo saat menjadi ajudan presiden pada 2014 – 2016 dan saat menjadi sesmilpres pada 2020 – 2022.

Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas, Tonny memiliki rekam jejak penugasan dan pendidikan yang mumpuni.

Sebagai alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993, Tonny juga punya masa penugasan yang masih cukup panjang. Yakni sekitar 5 tahun 7 bulan. ”Faktor sisa usia pensiun tentu saja krusial untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih KSAU ke depan,” ungkap Anton. Menurut dia, kepala staf harus punya masa tugas yang cukup. Tidak boleh terlalu pendek atau terlalu panjang. Sebab, itu bakal berpengaruh terhadap regenerasi organisasi.

Baca Juga :  Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Semakin Nyata

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di tubuh TNI, lanjut Anton, KSAU baru harus mampu meningkatkan kesiapan Angkatan Udara secara signifikan. Baik kesiapan personel maupun alutsista. ”Di tengah dinamika geopolitik regional dan global yang tidak menentu saat ini, kesiapan TNI AU yang prima tentu saja menjadi salah satu kunci,” terang dia. Apalagi bila melihat pengadaan alutsista untuk TNI AU beberapa tahun ke depan.

Anton menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah memastikan bakal datang pesawat tempur dan pesawat angkut baru. Untuk itu, KSAU harus bisa menyiapkan perangkat dan sistem pendukung alutsista tersebut. ”Oleh karena itu, perencanaan pengembangunan kekuatan pertahanan udara  menjadi krusial. Apalagi, saat ini pembahasan Rencana Strategis Pembangunan Kekuatan TNI AU 2025-2029 juga masih berlangsung,” bebernya. (syn/)

Wajib Tingkatkan Kesiapan Personel dan Alutsista Secara Signifikan

JAKARTA – Marsekal Madya TNI Tonny Harjono bakal menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Kepastian itu diperoleh setelah Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden tentang pergantian KSAU.

Agenda serah terima jabatan KSAU pun sudah disiapkan oleh Mabes TNI AU untuk dilaksanakan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis pekan ini (4/4).

Meski begitu, Tonny meminta semua pihak untuk sabar menunggu pengumuman resmi. Dia mengaku belum tahu soal keppres penggantian KSAU. ”Mohon doa restunya, Saya malah belum tahu,” ungkap dia saat ditanya oleh awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin (2/4).

Tonny merupakan perwira tinggi bintang tiga TNI AU yang kini bertuga sebagai panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II.

Baca Juga :  Budiman Sudjatmiko Temui Prabowo

Namanya memang masuk dalam bursa pengganti Fadjar. Selain berpengalaman sebagai penerbang tempur, Tonny pernah bertugas di dekat Presiden Joko Widodo saat menjadi ajudan presiden pada 2014 – 2016 dan saat menjadi sesmilpres pada 2020 – 2022.

Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas, Tonny memiliki rekam jejak penugasan dan pendidikan yang mumpuni.

Sebagai alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993, Tonny juga punya masa penugasan yang masih cukup panjang. Yakni sekitar 5 tahun 7 bulan. ”Faktor sisa usia pensiun tentu saja krusial untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih KSAU ke depan,” ungkap Anton. Menurut dia, kepala staf harus punya masa tugas yang cukup. Tidak boleh terlalu pendek atau terlalu panjang. Sebab, itu bakal berpengaruh terhadap regenerasi organisasi.

Baca Juga :  Tim Gabungan Antisipasi Molornya Pleno KPU

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di tubuh TNI, lanjut Anton, KSAU baru harus mampu meningkatkan kesiapan Angkatan Udara secara signifikan. Baik kesiapan personel maupun alutsista. ”Di tengah dinamika geopolitik regional dan global yang tidak menentu saat ini, kesiapan TNI AU yang prima tentu saja menjadi salah satu kunci,” terang dia. Apalagi bila melihat pengadaan alutsista untuk TNI AU beberapa tahun ke depan.

Anton menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah memastikan bakal datang pesawat tempur dan pesawat angkut baru. Untuk itu, KSAU harus bisa menyiapkan perangkat dan sistem pendukung alutsista tersebut. ”Oleh karena itu, perencanaan pengembangunan kekuatan pertahanan udara  menjadi krusial. Apalagi, saat ini pembahasan Rencana Strategis Pembangunan Kekuatan TNI AU 2025-2029 juga masih berlangsung,” bebernya. (syn/)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya