Prabowo Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis

Menurutnya, pendidikan memiliki esensi sebagai usaha sadar dan terencana untuk membentuk karakter serta kemampuan peserta didik. Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum seharusnya disusun melalui proses yang matang. “Pendidikan itu usaha sadar dan terencana untuk membangun dan membentuk karakter anak-anak bangsa,” jelasnya.

Ia menilai perencanaan menjadi unsur penting agar kebijakan pendidikan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat maupun satuan pendidikan. Menurut Satriwan, kebijakan pendidikan tidak dapat diputuskan secara tiba-tiba karena harus memiliki dasar yang kuat dari berbagai aspek. Ia menekankan perlunya pertimbangan filosofis, pedagogis, dan sosiologis sebelum pemerintah menetapkan arah baru dalam kurikulum nasional.

Bagi P2G, apabila pemerintah memang ingin memperluas pembelajaran bahasa asing di sekolah, maka langkah tersebut perlu dituangkan dalam perencanaan yang jelas agar tidak dipandang sekadar sebagai pernyataan diplomatik semata. (*/JawaPos.com )

Baca Juga :  SMPN 9 Kota Jayapura Terapkan Kurikulum Merdeka

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Menurutnya, pendidikan memiliki esensi sebagai usaha sadar dan terencana untuk membentuk karakter serta kemampuan peserta didik. Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum seharusnya disusun melalui proses yang matang. “Pendidikan itu usaha sadar dan terencana untuk membangun dan membentuk karakter anak-anak bangsa,” jelasnya.

Ia menilai perencanaan menjadi unsur penting agar kebijakan pendidikan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat maupun satuan pendidikan. Menurut Satriwan, kebijakan pendidikan tidak dapat diputuskan secara tiba-tiba karena harus memiliki dasar yang kuat dari berbagai aspek. Ia menekankan perlunya pertimbangan filosofis, pedagogis, dan sosiologis sebelum pemerintah menetapkan arah baru dalam kurikulum nasional.

Bagi P2G, apabila pemerintah memang ingin memperluas pembelajaran bahasa asing di sekolah, maka langkah tersebut perlu dituangkan dalam perencanaan yang jelas agar tidak dipandang sekadar sebagai pernyataan diplomatik semata. (*/JawaPos.com )

Baca Juga :  Restui  Proses Belajar Mengajar di Merauke Jadi 5 Hari 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya