Tuesday, January 13, 2026
28.1 C
Jayapura

Dulu Kali Acay Bisa Digunakan Untuk Mandi Para Bocah

JAYAPURA  Kondisi Kali Acay saat ini dikatakan sudah jauh berubah dibanding beberapa tahun silam. Warga Abepura yang  tinggal di lingkaran hingga Kampkey nampaknya masih merekam betul kondisi kali yang ketika itu masih bisa digunakan untuk mandi-mandi sepulang sekolah.

“Sedih sekali sebab perubahannya itu drastis. Dulu  tahun 80 an saat kami pulang sekolah selalu mampir ke kali ini untuk mandi. Tapi sekarang lihat, banyak sampah dan lumpur yang bau,” kata Yoel Wanda saat ditemui di DPR Papua, Senin (29/7).

Ia mengatakan ingin kondisi Kali Acay bisa kembali seperti sedia kala namun diakui  ini sangat sulit mengingat kini  lokasi pinggiran kali telah menjadi kawasan pemukiman.

Baca Juga :  Libur Natal dan Tahun Baru, Sampah Pasar Wamanggu Menumpuk

“Itu (pemukiman) tak lepas sebagai penyuplai sampah. Mungkin sekalipun tidak seperti dulu paling tidak bisa dirawatlah,” harapnya.

Keluarga dari pegiat lingkungan almarhum Fredy Wanda ini  meminta walikota terpilih bisa menata kembali.

“Dari gereja Pisga hingga Dermaga Abesauw, coba ditata biar tidak seperti yang sekarang. Dulu sepanjang kali ini  kami  bisa mandi – mandi sekarang hanya sampah isinya. Kalau bisa dibangun dan dirapihkan kemudian dijaga,” tambahnya.

Iapun mengusulkan dibuat festival Kali Acai dan dijadikan agenda tahunan. Ini agar warga sekitar ikut bertanggungjawab atas lingkungan  sekitar kali. “Usulan kami  seperti itu,” tutupnya. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Masyarakat  Jangan Panik, Belum Ada Kasus Monkeypox di Kab. Jayapura

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA  Kondisi Kali Acay saat ini dikatakan sudah jauh berubah dibanding beberapa tahun silam. Warga Abepura yang  tinggal di lingkaran hingga Kampkey nampaknya masih merekam betul kondisi kali yang ketika itu masih bisa digunakan untuk mandi-mandi sepulang sekolah.

“Sedih sekali sebab perubahannya itu drastis. Dulu  tahun 80 an saat kami pulang sekolah selalu mampir ke kali ini untuk mandi. Tapi sekarang lihat, banyak sampah dan lumpur yang bau,” kata Yoel Wanda saat ditemui di DPR Papua, Senin (29/7).

Ia mengatakan ingin kondisi Kali Acay bisa kembali seperti sedia kala namun diakui  ini sangat sulit mengingat kini  lokasi pinggiran kali telah menjadi kawasan pemukiman.

Baca Juga :  Hujan Deras, Banjir dan Longsor di Dok IX

“Itu (pemukiman) tak lepas sebagai penyuplai sampah. Mungkin sekalipun tidak seperti dulu paling tidak bisa dirawatlah,” harapnya.

Keluarga dari pegiat lingkungan almarhum Fredy Wanda ini  meminta walikota terpilih bisa menata kembali.

“Dari gereja Pisga hingga Dermaga Abesauw, coba ditata biar tidak seperti yang sekarang. Dulu sepanjang kali ini  kami  bisa mandi – mandi sekarang hanya sampah isinya. Kalau bisa dibangun dan dirapihkan kemudian dijaga,” tambahnya.

Iapun mengusulkan dibuat festival Kali Acai dan dijadikan agenda tahunan. Ini agar warga sekitar ikut bertanggungjawab atas lingkungan  sekitar kali. “Usulan kami  seperti itu,” tutupnya. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Dua Perusahaan Menunggak PKB, Bappenda Sipkan Langkah Tegas

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya