“Kalau masyarakat sudah terjerumus dalam perjudian, maka dampaknya bisa ke mana-mana. Ekonomi keluarga hancur, hubungan dalam rumah tangga terganggu, bahkan bisa memicu tindak kekerasan maupun gangguan keamanan di lingkungan,” ujarnya.
Abisai menilai, perjudian juga berpotensi merusak masa depan generasi muda apabila tidak dicegah sejak dini. Kemudahan akses terhadap judi online melalui telepon genggam membuat siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja, berisiko terpapar praktik ilegal tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, hingga para orang tua untuk bersama-sama memberikan edukasi dan pengawasan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk perjudian.
Wali Kota juga berharap masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya praktik perjudian di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menciptakan Kota Jayapura yang aman, tertib, dan bebas dari aktivitas perjudian.
“Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen mendukung setiap upaya pemberantasan perjudian. Namun keberhasilan itu tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kerja sama semua pihak agar Kota Jayapura benar-benar terbebas dari segala bentuk perjudian,” katanya.
Pemkot bersama Tim Keamanan Terpadu akan melakukan patroli ke kawasan yang menjadi pusat aktifitas segala bentuk perjudian di Kota Jayapura.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q