Ia menerangkan, pendapatan BLUD diperoleh dari pengajuan klaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), biaya sewa unit bisnis yang berada di lingkungan RSUD Jayapura, portal parkir, biaya penelitian.
“Termasuk didapatkan dari jasa pelayanan dan anak-anak mahasiswa yang praktek di RSUD Jayapura wajib membayar ke rumah sakit,” sambungnya.
Sedangkan, anggaran rumah sakit yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua, sebesar Rp27 miliar. Dengan anggaran yang bersumber dari BLUD dan APBD tersebut, namun hingga saat ini rumah sakit milik pemerintah ini kerap mengalami kekosongan obat-obatan yang disebabkan beragam faktor.
“Persoalan obat-obatan, kita tidak menyerah. Kita akan meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos