Ia menyebut seluruh DPD PAN se-Papua hadir dalam kegiatan tersebut. Konsolidasi ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh struktur partai siap menghadapi tahapan Pemilu 2029.
  Terkait target perolehan kursi, Haris menegaskan PAN akan berupaya mendulang kursi sebanyak-banyaknya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Untuk tingkat pusat, PAN Papua menargetkan adanya keterwakilan dari Papua di DPR RI.
  “Target kita untuk ke pusat harus ada perwakilan dari Papua. Sudah pasti kami harus siapkan satu kursi di sana,” tegasnya.
 Menariknya, Rakerwil I PAN Papua kali ini memberikan ruang besar kepada kader perempuan. Haris mengatakan seluruh kepanitiaan Rakerwil dipercayakan kepada perempuan sebagai bentuk implementasi komitmen partai terhadap keterwakilan perempuan.
 “Kegiatan Rakerwil kali ini, saya sebagai Ketua memberikan kewenangan penuh kepada seluruh Srikandi. Mulai dari Ketua Panitia Rakerwil ini perempuan, dan pengurusnya perempuan semuanya,” katanya.
  Ia berharap langkah tersebut tidak berhenti pada struktur kepengurusan, tetapi mampu mendorong lahirnya lebih banyak kader perempuan PAN yang dapat bersaing untuk menduduki kursi legislatif maupun eksekutif.
  “Saya berharap ke depan Partai Amanat Nasional bisa mencetak kader-kader perempuan untuk bisa ada di kursi legislatif, tetapi juga bisa ada di kursi eksekutif,” ujarnya.
 Ketua Panitia Rakerwil I PAN Papua, Dessy Corazon Giay, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda pertama setelah pelantikan kepengurusan baru PAN Papua pada 14 Juli 2026.
 Ia menyebut seluruh DPD PAN se-Papua hadir dalam kegiatan tersebut. Konsolidasi ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh struktur partai siap menghadapi tahapan Pemilu 2029.
  Terkait target perolehan kursi, Haris menegaskan PAN akan berupaya mendulang kursi sebanyak-banyaknya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Untuk tingkat pusat, PAN Papua menargetkan adanya keterwakilan dari Papua di DPR RI.
  “Target kita untuk ke pusat harus ada perwakilan dari Papua. Sudah pasti kami harus siapkan satu kursi di sana,” tegasnya.
 Menariknya, Rakerwil I PAN Papua kali ini memberikan ruang besar kepada kader perempuan. Haris mengatakan seluruh kepanitiaan Rakerwil dipercayakan kepada perempuan sebagai bentuk implementasi komitmen partai terhadap keterwakilan perempuan.
 “Kegiatan Rakerwil kali ini, saya sebagai Ketua memberikan kewenangan penuh kepada seluruh Srikandi. Mulai dari Ketua Panitia Rakerwil ini perempuan, dan pengurusnya perempuan semuanya,” katanya.
  Ia berharap langkah tersebut tidak berhenti pada struktur kepengurusan, tetapi mampu mendorong lahirnya lebih banyak kader perempuan PAN yang dapat bersaing untuk menduduki kursi legislatif maupun eksekutif.
  “Saya berharap ke depan Partai Amanat Nasional bisa mencetak kader-kader perempuan untuk bisa ada di kursi legislatif, tetapi juga bisa ada di kursi eksekutif,” ujarnya.
 Ketua Panitia Rakerwil I PAN Papua, Dessy Corazon Giay, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda pertama setelah pelantikan kepengurusan baru PAN Papua pada 14 Juli 2026.