Siswa SNK Pariwisata Papua Ciptakan Presensi Digital Berbasis WhatsApp

   Perangkat presensi ditempatkan di pintu masuk sekolah dan dijaga oleh guru piket agar penggunaannya tetap aman. Untuk biaya pengadaan alat relatif terjangkau karena sebagian besar pekerjaan dilakukan sendiri oleh para siswa.

  Sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas peserta didik, pihak sekolah berencana mengurus hak kekayaan intelektual (HKI) atau hak paten atas aplikasi tersebut.

  “Mungkin bagi orang yang sudah ahli, aplikasi ini terlihat sederhana. Namun bagi kami, ini adalah hasil karya anak-anak yang harus dihargai dan dilindungi. Karena itu kami akan mengupayakan hak patennya,” tegasnya.

  Ana juga menyampaikan saat ini, SNK Pariwisata Papua memiliki sekitar 580 siswa. Namun penggunaan sistem presensi digital masih diterapkan secara bertahap dan baru mencakup sebagian siswa kelas X dan XI karena proses pendataan masih berlangsung.

Baca Juga :  Lenis Kogoya janji Bantu Bebaskan Pilot Susi Air

   “Saya kira sangat memungkinkan digunakan di sekolah lain, bahkan di perkantoran. Anak-anak kami juga siap mengembangkan aplikasi ini sesuai kebutuhan pengguna apabila ada yang berminat,” ujarnya.

  Menurut Ana, kehadiran aplikasi tersebut tidak hanya membantu administrasi sekolah, tetapi juga membangun budaya disiplin di kalangan peserta didik. Meski SNK Pariwisata Papua berfokus pada bidang pariwisata, sekolah juga memiliki jurusan teknologi informasi yang terus menghasilkan berbagai inovasi.

  “Ini menjadi bukti bahwa ilmu yang dipelajari siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu diwujudkan menjadi teknologi yang bermanfaat dan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Baleg Setujui RUU Papua Barat Daya Jadi Usul Inisiatif DPR

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

   Perangkat presensi ditempatkan di pintu masuk sekolah dan dijaga oleh guru piket agar penggunaannya tetap aman. Untuk biaya pengadaan alat relatif terjangkau karena sebagian besar pekerjaan dilakukan sendiri oleh para siswa.

  Sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas peserta didik, pihak sekolah berencana mengurus hak kekayaan intelektual (HKI) atau hak paten atas aplikasi tersebut.

  “Mungkin bagi orang yang sudah ahli, aplikasi ini terlihat sederhana. Namun bagi kami, ini adalah hasil karya anak-anak yang harus dihargai dan dilindungi. Karena itu kami akan mengupayakan hak patennya,” tegasnya.

  Ana juga menyampaikan saat ini, SNK Pariwisata Papua memiliki sekitar 580 siswa. Namun penggunaan sistem presensi digital masih diterapkan secara bertahap dan baru mencakup sebagian siswa kelas X dan XI karena proses pendataan masih berlangsung.

Baca Juga :  Kapuspen TNI Informasi Tersebut Hoax

   “Saya kira sangat memungkinkan digunakan di sekolah lain, bahkan di perkantoran. Anak-anak kami juga siap mengembangkan aplikasi ini sesuai kebutuhan pengguna apabila ada yang berminat,” ujarnya.

  Menurut Ana, kehadiran aplikasi tersebut tidak hanya membantu administrasi sekolah, tetapi juga membangun budaya disiplin di kalangan peserta didik. Meski SNK Pariwisata Papua berfokus pada bidang pariwisata, sekolah juga memiliki jurusan teknologi informasi yang terus menghasilkan berbagai inovasi.

  “Ini menjadi bukti bahwa ilmu yang dipelajari siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu diwujudkan menjadi teknologi yang bermanfaat dan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Pemkot Siap Topang Pengusaha Produktif

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya