JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pangan akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak empat kali selama bulan Ramadan 2026. Program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua, Sri Utami, mengatakan pelaksanaan GPM difokuskan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat selama Ramadan, khususnya di lingkungan masjid.
“Kami rencanakan selama Ramadan ada empat kali gerakan pangan murah. Ini untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/2).
Dijelaskan, kegiatan pertama telah dilaksanakan pada 13 Februari 2026 di Masjid Baiturrahim. Selanjutnya, kegiatan kedua digelar pada 24 Februari di Masjid Al-Hidayah Entrop.
“Agenda berikutnya dijadwalkan pada 12 Maret di Masjid Al-Aqsha, Sentani. Satu lokasi lainnya masih dalam tahap koordinasi dan direncanakan berlangsung di kawasan Waena Perumnas I,” terangnya.
Sri Utami menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya diikuti peningkatan permintaan dan potensi kenaikan harga bahan pokok.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pangan melibatkan distributor, pelaku UMKM, Perum Bulog, serta pelaku usaha lainnya. Komoditas yang disediakan mencakup 14 bahan pokok prioritas, antara lain beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, gula, cabai, daging, ayam, tomat, telur, serta produk hewani lainnya.
“Harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut lebih murah dibanding harga pasar dan dipastikan tidak melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.