Tuesday, February 24, 2026
26.9 C
Jayapura

BBPOM Fokus Awasi Pangan Olahan Ilegal dan Kedaluwarsa

JAYAPURA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura menjamin pelayanan dan pengawasan terkait obat maupun pangan terutama di bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M tetap berjalan maksimal meski terkena efisiensi anggaran yang cukup besar.

Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan mengaku meski BBPOM Jayapura sejak tahun 2025 terkena dampak Efesiensi anggaran, namun tidak mengurangi kinerja pihaknya dalam melakukan pengawasan.

“Jadi hanya kita mengubah polanya misalnya polanya yang sebelumnya lebih banyak luring, sekarang kita perbanyak ya mungkin bisa dilakukan secara desktop atau online,” jelas Herianto kepada Cenderawasih Pos, pekan kemarin.

Selain itu BPOM Jayapura juga meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Dalam hal ini dinas-dinas terkait dapat melakukan pengawasan yang sama terhadap produk olahan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Nyetir Sendiri Tanpa Ajudan, Akui Warga Sangat Antusias Sambut HUT RI

Kerjasama ini dilakukan kata kepala BBPOM itu untuk memberikan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, serta keamanan bagi masyarakat Papua dalam mendapatkan pelayanan khususnya bidang Obat dan Makanan.

“Kita berharap dinas-dinas terkait di pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama. Jadi, saya rasa walaupun terjadi efisiensi tidak mengurangi kinerja kita untuk melakukan pengawasan,” kata Herianto.

Adapun pemotongan anggaran yang dialami BBPOM Jayapura kurang lebih sebanyak Rp 16 Miliar. Jika dipersentasekan sekitar 50 persen lebih. Jumlah tersebut hanya bisa digunakan untuk gaji pegawai, sedangkan pemeliharaan gedung serta kegiatan pengawasan dikurangi.

JAYAPURA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura menjamin pelayanan dan pengawasan terkait obat maupun pangan terutama di bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M tetap berjalan maksimal meski terkena efisiensi anggaran yang cukup besar.

Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan mengaku meski BBPOM Jayapura sejak tahun 2025 terkena dampak Efesiensi anggaran, namun tidak mengurangi kinerja pihaknya dalam melakukan pengawasan.

“Jadi hanya kita mengubah polanya misalnya polanya yang sebelumnya lebih banyak luring, sekarang kita perbanyak ya mungkin bisa dilakukan secara desktop atau online,” jelas Herianto kepada Cenderawasih Pos, pekan kemarin.

Selain itu BPOM Jayapura juga meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Dalam hal ini dinas-dinas terkait dapat melakukan pengawasan yang sama terhadap produk olahan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Selain Miras, Petasan Juga Bakal Dirazia

Kerjasama ini dilakukan kata kepala BBPOM itu untuk memberikan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, serta keamanan bagi masyarakat Papua dalam mendapatkan pelayanan khususnya bidang Obat dan Makanan.

“Kita berharap dinas-dinas terkait di pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama. Jadi, saya rasa walaupun terjadi efisiensi tidak mengurangi kinerja kita untuk melakukan pengawasan,” kata Herianto.

Adapun pemotongan anggaran yang dialami BBPOM Jayapura kurang lebih sebanyak Rp 16 Miliar. Jika dipersentasekan sekitar 50 persen lebih. Jumlah tersebut hanya bisa digunakan untuk gaji pegawai, sedangkan pemeliharaan gedung serta kegiatan pengawasan dikurangi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya