Monday, January 26, 2026
25.8 C
Jayapura

Gubernur Papua Usulkan Bangun PLBN dan PLBLN ke Komisi II RI

JAYAPURA– Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengusulkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, dan Pos Lintas Batas Laut Negara (PLBLN) di Kota Jayapura pada Komisi II DPR RI.

“Pembangunan PLBN Waris dan PLBLN Jayapura sangat penting untuk memperkuat pelayanan lintas batas sekaligus meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan darat maupun laut,” katanya dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Perbatasan Negara Komisi II DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Fakhiri, pembangunan kawasan perbatasan Papua tidak lagi diposisikan sebagai wilayah terluar yang tertinggal, melainkan sebagai beranda depan negara yang bernilai strategis dalam menjaga kedaulatan, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Setuju Masa Jabatan MRP Diperpanjang

“Arah pembangunan kawasan perbatasan harus bergeser dari pola inward looking menjadi outward looking, sehingga wilayah perbatasan mampu tumbuh sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, pusat interaksi lintas negara, dan simbol kehadiran negara,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembangunan kawasan perbatasan harus diarahkan agar wilayah perbatasan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan pusat interaksi lintas negara.
“Pemerintah Provinsi Papua telah melaksanakan berbagai program koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi pembangunan kawasan perbatasan,” katanya.

Dia menambahkan program tersebut antara lain pembangunan perumahan bagi masyarakat eks pelintas batas (repatrian), penyusunan rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Keerom, rapat koordinasi pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan, serta kajian pengembangan potensi wilayah perbatasan termasuk rencana pembangunan pasar perbatasan.

Baca Juga :  Angkat Berat Papua Target 2 Emas

JAYAPURA– Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengusulkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, dan Pos Lintas Batas Laut Negara (PLBLN) di Kota Jayapura pada Komisi II DPR RI.

“Pembangunan PLBN Waris dan PLBLN Jayapura sangat penting untuk memperkuat pelayanan lintas batas sekaligus meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan darat maupun laut,” katanya dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Perbatasan Negara Komisi II DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Fakhiri, pembangunan kawasan perbatasan Papua tidak lagi diposisikan sebagai wilayah terluar yang tertinggal, melainkan sebagai beranda depan negara yang bernilai strategis dalam menjaga kedaulatan, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  DD Tahap II Ditargetkan Cair Serentak Bulan ini

“Arah pembangunan kawasan perbatasan harus bergeser dari pola inward looking menjadi outward looking, sehingga wilayah perbatasan mampu tumbuh sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, pusat interaksi lintas negara, dan simbol kehadiran negara,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembangunan kawasan perbatasan harus diarahkan agar wilayah perbatasan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan pusat interaksi lintas negara.
“Pemerintah Provinsi Papua telah melaksanakan berbagai program koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi pembangunan kawasan perbatasan,” katanya.

Dia menambahkan program tersebut antara lain pembangunan perumahan bagi masyarakat eks pelintas batas (repatrian), penyusunan rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Keerom, rapat koordinasi pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan, serta kajian pengembangan potensi wilayah perbatasan termasuk rencana pembangunan pasar perbatasan.

Baca Juga :  Kominfo Papua : Peran Pers Penting Untuk Bantu Edukasi Publik

Berita Terbaru

Artikel Lainnya