JAYAPURA – Kunjungan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) ke Universitas Cenderawasih (Uncen) menjadi momentum penting bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam isu hak asasi manusia.
Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr, menilai kehadiran Menteri HAM secara langsung di kampus Uncen merupakan bentuk perhatian negara terhadap pengembangan pendidikan dan literasi HAM di Papua.
Menurut Oscar, MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu hak asasi manusia.
“Kerja sama ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam konteks hak asasi manusia yang sangat relevan dengan kondisi sosial di Papua,” kata Oscar kepada wartawan, Senin (19/1)
Oscar menjelaskan, Universitas Cenderawasih selama ini telah berupaya memperkuat kapasitas akademik di bidang hukum dan HAM. Selain Fakultas Hukum sebagai penghasil sumber daya manusia di bidang hukum, Uncen juga telah membentuk sejumlah pusat kajian dan pusat studi, termasuk pusat kajian HAM.
Ia menegaskan, penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pintu masuk bagi berbagai program konkret yang akan segera ditindaklanjuti bersama Kementerian HAM RI.
“Kami di Universitas Cenderawasih tidak hanya mengandalkan Fakultas Hukum. Kami juga membentuk pusat kajian dan pusat studi HAM, dengan tujuan memperkuat para dosen, para ahli dan juga mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh tentang hak asasi manusia,” terangnya.