Sunday, February 22, 2026
30.5 C
Jayapura

Dorong Swasembada Pangan, Cetak Sawah 30 Ribu Hektare di Papua

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menargetkan perluasan cetak sawah hingga 30.000 hektare sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan, khususnya komoditas beras.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, mengatakan pada 2025 terdapat empat lokasi cetak sawah di Papua, salah satunya di Kota Jayapura dengan luas 100 hektare.

Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan menjadikan Kota Jayapura sebagai salah satu wilayah andalan dalam program cetak sawah di Papua. Selain 100 hektare yang telah disiapkan di Kota Jayapura, Pemprov Papua tahun ini mengupayakan perluasan lahan hingga 30.000 hektare.

“Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendorong swasembada hingga kedaulatan pangan di Papua,” katanya.

Baca Juga :  KNPB Tolak Dialog yang Digagas Komnas HAM RI

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, Aser Rouw menyatakan dukungan terhadap rencana perluasan cetak sawah tersebut. Ia menjelaskan, tahapan awal yang akan dilakukan meliputi verifikasi lahan bersama Direktorat Pemetaan Lahan Pertanian, dilanjutkan dengan survei, investigasi, dan desain (SID) guna menyiapkan dokumen perencanaan teknis.

Menurut Aser, kemampuan Papua dalam memenuhi kebutuhan beras secara mandiri saat ini baru sekitar 10 persen sehingga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Dengan realisasi cetak sawah 30.000 hektare, Papua diyakini dapat mencapai kemandirian beras, bahkan berpotensi surplus jika intensitas tanam dilakukan dua kali setahun,” ungkapnya.

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menargetkan perluasan cetak sawah hingga 30.000 hektare sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan, khususnya komoditas beras.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, mengatakan pada 2025 terdapat empat lokasi cetak sawah di Papua, salah satunya di Kota Jayapura dengan luas 100 hektare.

Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan menjadikan Kota Jayapura sebagai salah satu wilayah andalan dalam program cetak sawah di Papua. Selain 100 hektare yang telah disiapkan di Kota Jayapura, Pemprov Papua tahun ini mengupayakan perluasan lahan hingga 30.000 hektare.

“Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendorong swasembada hingga kedaulatan pangan di Papua,” katanya.

Baca Juga :  Kapolda Ingatkan Dampak Fatal Dari Miras Bagi Anggota Polri

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, Aser Rouw menyatakan dukungan terhadap rencana perluasan cetak sawah tersebut. Ia menjelaskan, tahapan awal yang akan dilakukan meliputi verifikasi lahan bersama Direktorat Pemetaan Lahan Pertanian, dilanjutkan dengan survei, investigasi, dan desain (SID) guna menyiapkan dokumen perencanaan teknis.

Menurut Aser, kemampuan Papua dalam memenuhi kebutuhan beras secara mandiri saat ini baru sekitar 10 persen sehingga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Dengan realisasi cetak sawah 30.000 hektare, Papua diyakini dapat mencapai kemandirian beras, bahkan berpotensi surplus jika intensitas tanam dilakukan dua kali setahun,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya