Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena saluran drainase atau pengairan yang ada belum sepenuhnya dinormalisasi. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi petani di SP 4 dan SP 8 Tan
Penanaman perdana ini dihadiri Kapolsek Okaba Ipda Sewang, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke Josefa Rumaseuw, Danramil Okaba Kapten Inf. Munda Alim Loukaki, Kepala Kampung Alaku Agustinus Balagaize, jajaran Di
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar di kawasan Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Rencana tersebut disampaikan Menteri Pertanian saa
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara administrasi kegiatan cetak sawah di Sota sebenarnya telah memasuki tahap pelaksanaan fisik. Namun, pekerjaan di lapangan belum dapat berjal
Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan cetak sawah baru seluas 120.000 hektar. Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Kementan RI, Dr. Hermanto mengungkapkan, dari targe
Sebanyak 41 paket pekerjaan telah dimenangkan lewat tender untuk cetak sawah baru di Merauke tahun 2026. Sebanyak 41 paket pekerjaan tersebut ditenderkan lewat e-Katalog yang disediakan pemerintah pusat lewat Kementerian Pertanian Republik
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen raya di Kabupaten Merauke.
Awalnya, menurut Apolo, direncanakan panen raya Presiden Prabowo Subianto di lahan padi sel
Hermanto menegaskan, kualitas hasil SID akan menentukan keberhasilan program, termasuk dalam mengantisipasi potensi konflik lahan dan kendala teknis lainnya. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai penting, teruta
Aryoko Rumaropen menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, dinas teknis, serta para petani penerima manfaat program tersebut. Ia menegaskan bahwa program cetak sawah sejalan dengan kebijakan Presiden Republ
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menjelaskan bahwa lahan yang telah disiapkan dalam program tersebut seluas 100 hektare. Dari total luas sawah tersebut, sekitar 25 hektare telah ditanami padi, sementara sisanya akan dil
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan menjadikan Kota Jayapura sebagai salah satu wilayah andalan dalam program cetak sawah di Papua. Selain 100 hektare yang telah disiapkan di Kota Jayapura, Pemprov Papua tahun i
“Untuk Kabupaten Jayapura, lokasinya berada di wilayah Swentab. Sementara di Kabupaten Sarmi berada di perbatasan Sarmi dan Jayapura, tepatnya Distrik Bonggo. Sedangkan di Kabupaten Keerom dilakukan di wilayah Arso,” jel
Menurut Fakhiri, program ini dinilai menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. "Pada 2025 telah direalisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare yang berlokasi di Distrik
Mentan menegaskan bahwa pembukaan lahan sawah baru merupakan upaya pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas stok beras, khususnya di Tanah Papua. "Cetak sawah ini dilakukan untuk memastikan stok beras kita tetap stabil.
Program cetak sawah ini menjadi langkah nyata Kabupaten Keerom untuk memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan utama di Papua. Plh Kepala Seksi Lahan dan Air DTPHP Provinsi Papua, Marde Aprianty, membeberkan tahun ini
Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH menyatakan pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus berupaya akan secara masif membuka persawahan di kabupaten Jayawijaya, ini untuk mencukupi ataupun sebagai ketahanan pangan di
Dikatakan, tahun ini pencetakan sawah terbesar dilaksanakan di Kabupaten Sarmi yakni seluas 640 hektar, kemudian Keerom 210 hektar, Kota Jayapura 100 hektar, dan Kabupaten Jayapura 50 hektar.
Bupati Yoseph Bladib Gebze menilai forum yang dilaksanakan tersebut sangat penting. Pasalnya menurut dia, 10-15 tahun lalu, pemerintah Kabupaten Merauke mati-matian untuk bagaimana mengelola apa yang menjadi keunggulan k
Setelah paparan, Ketua Tim Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyatakan bahwa pada prinsipnya Komisi IV mendukung penuh pencetakan sawah baru di Merauke. Hanya saja, lanjutnya, bahwa fakta menunjukan sejak zaman orde baru Pak Harto sampai terakhir zaman Jokowi, Merauke sebagai lumbung pangan nasional gagal.
Dia mengatakan hal ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat terkait dengan swasembada pangan yang dipusatkan di Papua dan di Kalimantan. Karena itu, lahan pertanian yang ada di wilayah Kota Jayapura ini akan terus dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan di wilayah Kota Jayapura.
Ketiga Batalyon yang tiba di Merauke tersebut adalah Yonif 801/Nduka Adyatama Yuddha, Yonif 802/Wimani Mambe Jaya, dan Yonif 803/Ksatria Yuddha Kentsuwri. Pj Gubernur Papua Selatan Komjen Pol (Purn) Rudy Sufahriadi didampingi Pj Sekda Maddaremmeng turut hadir pada upacara penerimaan ketiga Batalyon Teritorial Pembangunan tersebut.