​Jika Tak Ditata, Distrik Muara Tami Rawan Banjir

​JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengambil langkah cepat dan tegas dalam merestrukturisasi serta mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan Distrik Muara Tami.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul pesatnya dinamika pembangunan perumahan, perluasan permukiman warga, serta lonjakan laju pertumbuhan penduduk di wilayah timur Kota Jayapura tersebut.

   Instruksi komprehensif tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., saat memimpin Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin (12/10).

   Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perkembangan pesat kawasan yang meliputi Koya Koso, Holtekamp, Koya Barat, Koya Timur, hingga Koya Tengah wajib diimbangi secara proporsional dengan penataan tata ruang, pengelolaan sistem drainase, manajemen sampah berkelanjutan, penertiban administrasi kependudukan, proteksi lahan pertanian produktif, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Bapok, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah 

  Menurut Rustan, beroperasinya Jembatan Youtefa telah menjadi katalis utama yang mengakselerasi mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi pembangunan di Distrik Muara Tami. Di satu sisi, fenomena ini menghadirkan peluang emas bagi ekspansi ekonomi daerah dan perluasan wilayah perkotaan.

​JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengambil langkah cepat dan tegas dalam merestrukturisasi serta mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan Distrik Muara Tami.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul pesatnya dinamika pembangunan perumahan, perluasan permukiman warga, serta lonjakan laju pertumbuhan penduduk di wilayah timur Kota Jayapura tersebut.

   Instruksi komprehensif tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., saat memimpin Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin (12/10).

   Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perkembangan pesat kawasan yang meliputi Koya Koso, Holtekamp, Koya Barat, Koya Timur, hingga Koya Tengah wajib diimbangi secara proporsional dengan penataan tata ruang, pengelolaan sistem drainase, manajemen sampah berkelanjutan, penertiban administrasi kependudukan, proteksi lahan pertanian produktif, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Harusnya Pendemo Juga Objektif

  Menurut Rustan, beroperasinya Jembatan Youtefa telah menjadi katalis utama yang mengakselerasi mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi pembangunan di Distrik Muara Tami. Di satu sisi, fenomena ini menghadirkan peluang emas bagi ekspansi ekonomi daerah dan perluasan wilayah perkotaan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya